monumen jayandaru Alun- alun Sidoarjo

Wajah Baru Alun – alun Sidoarjo

Karena wilayah Surabaya dan Sidoarjo sangat berdekatan dan bisa diibaratkan seperti konco plek (best friend) jadi, nggak heran kalau Surabaya gencar akan penataan taman kota. Sidoarjo juga ingin bersolek, apalagi kebutuhan akan ruang hijau di kota padat penduduk sangat dibutuhkan. Jika dulunya, alun – alun Sidoarjo identik dengan segerombolan PKL, kali ini menampilkan wajah alun – alun yang baru. Alun – alun banyak dimanfaatkan untuk berolahraga, tempat kumpul berbagai komunitas, hingga menjadi tempat bermain yang nyaman bagi anak – anak. Keberadaan PKL pun sudah direlokasi, tempatnya tidak jauh dari alun – alun Sidoarjo, tepatnya di sebelah lapas Sidoarjo, dengan berjejer tenda berwarna kuning. Jadi, tidak perlu khawatir kalau perut keroncongan saat asyik menikmati jalan santai di alun – alun, cukup jalan kaki, kamu akan menemukan pusat kuliner.

Pro dan Kontra Jayandaru.

Monumen Jayandaru

terdapat 9 patung yang mengelilingi monumen Jayandaru

Monumen Jayandaru (bandeng dan udang) berdiri kokoh sebagai simbol dari Kabupaten Sidoarjo. Sudah pada tahu kan kalau Sidoarjo kaya akan hasil laut, khususnya bandeng dan udang. Keberadaan monumen ini bertujuan agar masyarakat luas lebih mengenal akan ikon dari Sidoarjo. Lebih keren gitu lah ya, kalau dibuat monumen. Karena dari aku kecil sampai sekarang, hanya melihat ikon dari Sidoarjo ini hanya dari patung selamat datang yang berbatasan dengan Surabaya, bentuknya aja kurang “nyeni”. Dengan adanya monumen Jayandaru rasanya keren karena lebih artistik.

Monumen Jayandaru

monumen Jayandaru setelah patung yang mengelilinginya di bongkar.

Oiya, pembangunan monumen ini merupakan kegiatan CSR suatu perusahaan pengolahan makanan hasil laut yang memang sudah berdiri lama di Sidoarjo. Pembuat monumen setinggi kurang lebih 25 meter adalah seniman dari Bali, yaitu I Wayan Winten. Nah, yang heboh dari proses berdirinya monumen ini adalah patung – patung yang mengelilinginya. Ada Sembilan patung manusia yang merupakan cerminan dari kegiatan masyarakat Sidoarjo, ada patung petani, penjual krupuk, menangkap ikan, dan lain sebagainya. Karena patung tersebut berbentuk manusia, maka mengundang kontra dari berbagai ormas islam, karena dikhawatirkan akan menjadi tempat pemujaan.

Dilakukan berbagai mediasi antara ormas, baik itu pro dan kontra dengan pemerintah kabupaten Sidoarjo. Akhirnya, patung yang mengelilingi monumen tetap dikerjakan, namun setelah hari peresmian, patung itu akan dibongkar. Sebagai pengganti patung, pot – pot bunga sebagai alternatif untuk mengelilingi monumen Jayandaru.

Alun - alun Sidoarjo

di kelilingi juga oleh patung ikan yang entah bentuknya mirip bandeng atau ikan mas.

Kenali dan Sayangi.

Alun - alun Sidoarjo

pintu masuk taman plaza alun – alun

Semakin cantik wajah alun – alun Sidoarjo merupakan harapan dari semua warga. Tahu sendiri dong ya, kalau alun – alun tuh tempat wisata sekeluarga yang murah meriah. Dengan wajah barunya, alun – alun Sidoarjo semakin dilirik, apalagi lokasi yang terletak di Jalan Ahmad Yani, berdekatan dengan sekolah, tidak sedikit ibu – ibu yang menunggu anaknya pulang sekolah, duduk santai di alun – alun, bahkan alun – alun tersebut dimanfaatkan sebagai kegiatan belajar anak – anak sekolah, biasanya dalam pelajaran olahraga, anak – anak memanfaatkan lapangan alun – alun yang luas untuk bermain sepak bola atau senam pagi.

Alun- alun Sidoarjo

tempat bermain untuk anak – anak

Alun- alun Sidoarjo

Bisa loh selfie di depan patung hewan jerapah.

Alun – alun Sidoarjo bisa dinikmati setiap kalangan, semua umur, dari kecil hingga dewasa. Ada tempat bermain untuk anak – anak, Taman plaza yang penuh dengan koleksi bunga dan juga patung hewan lucu, bisa juga loh selfie cantik di depan monumen Jayandaru, atau bagi orangtua bisa menikmati taman dengan duduk – duduk santai. Selain itu, ada pendopo yang memang luas, biasanya dimanfaatkan untuk komunitas berkumpul atau untuk acara resmi, seperti upacara agustusan.

Monumen Sidoarjo

Monumen Sidoarjo

Meskipun banyak perubahan di sana – sini, tapi tetap mempertahankan ciri khas, yaitu monumen Sidoarjo, ya meskipun banyak perubahan, tapi kita jangan pernah lupa akan asal – usul kita. Monumen Sidoarjo, merupakan monumen perjuangan, yang tentunya mengingatkan kita jika berjuang dan membangun Sidoarjo untuk lebih baik itu tidak mudah, apalagi membangun rumah tangga *halaaaah*.

Alun- alun Sidoarjo

bukan sekadar hiasan. Yuk rawat alun – alun Sidoarjo yang sudah cantik.

Kalau sudah lebih dekat dan tahu bagaimana perjalanan panjang alun – alun Sidoarjo untuk mempercantik diri. Sebagai warga, wajib hukumnya untuk merawat. Contoh sederhananya adalah membuang tempat sampah pada tempatnya. Sudah tersedia tempat sampah dengan warna yang mencolok, tentu saja bukan hanya hiasan semata.

Wajah Baru Alun – alun Sidoarjo
5 (100%) 3 votes
(Visited 3,152 times, 4 visits today)


About

Personal blogger yang suka nulis, termasuk nulis tentang kamu.


'Wajah Baru Alun – alun Sidoarjo' have 14 comments

  1. October 20, 2015 @ 1:35 pm @nurulrahma

    Warga Sidoarjo teladan nih mbak Sari 🙂 makin cinta dgn kotanya 🙂

    Reply

  2. October 20, 2015 @ 1:58 pm Rahmah

    Warga Sidoarjo yang teladan dan patut dicontoh ini :*

    Reply

  3. October 20, 2015 @ 8:57 pm Kur

    Semoga semakin elok alun-alun nya 🙂

    Reply

  4. October 20, 2015 @ 9:29 pm sgw waluyo

    wah…getun aku ninggalno Sidoarjo

    Reply

  5. October 21, 2015 @ 5:34 am Ria Rochma

    Terakhir ke alun2 Sidoarjo, pas mampir buat sholat Isya di masjid Jami’. Belum sebagus ini, tapi penataan sudah mulai rapi 🙂

    Reply

  6. October 21, 2015 @ 7:08 am Dwi Puspita

    aku belum pernah masuk, cuma lewat saja..hahhaa

    Reply

  7. October 22, 2015 @ 8:37 pm Nurul Fitri Fatkhani

    Wow… alun-alun tambah cantik dan menarik ya mbak.. 🙂

    Reply

  8. October 22, 2015 @ 8:38 pm Nurul Fitri Fatkhani

    Wow… alun-alun tambah cantik dan menarik ya mbak.. 🙂 bersih..

    Reply

  9. October 23, 2015 @ 12:55 pm Niar Ningrum

    Sidoarjo makin cakep, coba malem hari makin bagus mbk sar

    Reply

  10. October 23, 2015 @ 9:34 pm Nining

    Oooh ini ya yg kmrn sempet rame itu diprotes bener2an hihihi….inget Sidoarjo ya ingetnya kota udang dgn patung si udang di dkt pintu tol ituuuu *cmiiw

    Reply

  11. November 14, 2015 @ 9:25 am doni eko

    Saya belum pernah jln2 ke Sidoarjo,,cm dl pernah lewat sekali pas ke Juanda…
    tp melihat foto2 ini, sepertinya Sidoarjo adalah kota yang bersih dan indah. Semoga kota tempat tinggal saya, Temanggung Jawa Tengah bisa seperti kota ini

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool