Taman Bungkul

Taman Bungkul, Kebanggaan Surabaya dari Jerih Payah yang Diakui Dunia

Berada di Surabaya memang penuh tantangan. Salah satunya adalah sinar matahari yang begitu menyengat. Namun, bukan berarti bahwa terik matahari akan menghalangi langkah kaki untuk menyusuri setiap tempat menarik di kota yang terkenal harum di sejarah masa lalu.

Saat itu tepat sekali ada acara seminar di salah satu gedung yang berlokasi di pusat kota Surabaya. Kekasih pun siap mengantar dengan senang hati karena tidak mengganggu pekerjaannya. Maklum, hari Sabtu kadang-kadang kerjaan desain nggak rame. Tetapi kalau sebaliknya yang terjadi, yaa saya harus beranikan diri naik angkutan umum. Bukan manja, tetapi selama masih bisa diusahakan untuk diantar-jemput, why not?! Hehe…

Taman Bungkul

Dan memang setelah acara seminar, sang kekasih menghubungi kalau akan sangat terlambat menjemput di lokasi acara. Kekasih pun meminta maaf dan janji akan dinner menu kepiting pada malam harinya. Sepertinya memang sang kekasih sangat paham kalau kepiting adalah favorit saya. Saya pun diminta menunggunya di Taman Bungkul. Ya, saya menunggu di taman ini dan mengeksplor apa yang terlihat dalam pandangan mata saya. Sebagaimana yang telah saya lakukan sebelumnya di Monkasel.

 

 

Asal Muasal Nama Taman Bungkul

Kata “Bungkul” sendiri diambil dari nama salah satu tokoh penting yang menjadi penyebar agama Islam di Surabaya. Beliau adalah Ki Ageng Supo yang mendapat gelar Sunan Bungkul. Makam Sunan Bungkul ini terletak di belakang taman ini. Tepat pada tanggal 21 Maret 2007, taman ini pun diresmikan dan dilakukan banyak pembangunan dan pengembangan agar taman makin indah dan bermanfaat bagi masyarakat umum.

 

Fasilitas yang Bisa Dinikmati Warga di Taman Bungkul

Semua orang pasti sudah membaca berita di koran, menonton di televisi bagaimana penampakan Taman Bungkul ini. Saya pun takjub karena taman ini memang cantik. Taman yang dibuat dari lahan seluas 900 m2 ini termasuk jenis taman urban. Tidak hanya sekedar taman yang di dalamnya tertata rapi berbagai jenis tanaman dan pohon sebagai penyejuk, tetapi juga dibangun fasilitas yang bisa dinikmati warga secara gratis. Seperti, skateboard track, jogging track, telepon umum, green park dengan kolam air mancur, taman bermain untuk anak-anak, amfiteater, pujasera hingga pada akses internet gratis.

Taman Bungkul

Akses internet gratis inilah yang paling menyenangkan saya, hehe… Tidak ada lagi kata bete’ saat menunggu kekasih karena bisa berselancar di dunia maya sambil ditemani suara lalu lalang kendaraan, riuh anak-anak bermain bola, pedagang asongan yang mengais rezeki, hingga melihat sejumlah pasangan yang memanfaatkan weekend di Taman Bungkul ini.

 

Penghargaan Dunia yang Diraih Taman Bungkul

Amfiteater Taman Bungkul

 

Taman Bungkul adalah salah satu taman yang ada di kota Surabaya dengan penataan sempurna pada masa kepemimpinan Bu Tri Rismaharini. Sejak menjadi walikota Surabaya, sosok perempuan yang tegas dan cekatan ini mampu mengangkat nama Surabaya dengan adanya Taman Bungkul. Jerih payah tersebut membawa Taman Bungkul berprestasi di mata dunia. Penghargaan “The 2013 Asian Townscape Sector Award” diterima Bu Risma di Jepang pada tanggal 23 November 2013. Penghargaan yang diterima karena Taman Bungkul mampu menjadi taman yang menjalankan fungsi sosial, pendidikan, rekreasi dan juga budaya.

Pohon di Taman Bungkul

***

Jangan sebut diri pernah ke Surabaya kalau belum pernah mampir sejenak menghirup udara segar di taman kebanggaan Surabaya ini. Tak akan kesasar pastinya karena mudah dijangkau. Tak perlu khawatir karena aplikasi maps di smartphone bisa diandalkan. Beberapa penginapan/hotel di Surabaya pun banyak yang dekat dari Taman Bungkul ini. Ya, namanya juga berada di pusat kota, otomatis untuk mengkases lokasi ini sangat mudah. Lokasi Taman Bungkul ada di Jalan Raya Darmo, Surabaya.

 

Kalau mau jalan-jalan ke surabaya, cari aja keperluannya di sini : hotel murah di surabaya dan tiket pesawat Jakarta Surabaya

 

Rute Ke Taman Bungkul

  • Sekitar 22 km dari Juanda International Airport, Surabaya
  • Sekitar 8 km dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Surabaya
  • Sekitar 4,1 km dari Stasiun Gubeng, Surabaya

Seperti yang saya bilang di atas kalau di sekitar Taman Bungkul ini ada warung makanan (pujasera). Hanya saja waktu itu saya lebih selera menikmati kesejukan taman dan mengabadikan diri dengan berfoto ria. Tak sia-sia membawa tripod saat itu karena ternyata sangat berguna apalagi sendirian jadi hanya tripod yang bisa membantu untuk mengambil gambar.

Taman Bungkul

“A” for Amma ^_^

Hmmm… cantik kan?! Eh, maksudnya Taman Bungkul-nya cantik sekali, bukan?! ^_^ Wajar sekali jika taman ini meraih penghargaan.

So, ini ceritaku tentang Taman Bungkul. Kalau kamu?

Taman Bungkul, Kebanggaan Surabaya dari Jerih Payah yang Diakui Dunia
5 (99.56%) 45 votes
(Visited 4,516 times, 1 visits today)


About

A Mom Blogger yang suka nulis dan postcrossing, tidak menolak diajak traveling dan sangat suka dengan cokelat. Owner http://chemistrahmah.com


'Taman Bungkul, Kebanggaan Surabaya dari Jerih Payah yang Diakui Dunia' have 41 comments

  1. October 12, 2015 @ 12:44 pm ade anita

    Wahhh… keren abissss ini tamannya. Bersih teratur… inspiratif. Enak kayaknya bawa notebook tikar cemilan dan minuman..lalu ngetik di sana seharian… mancing banyak ide kayaknya

    Reply

    • October 12, 2015 @ 4:34 pm Rahmah Usman

      Enak mbak, tapi kayaknya akan lebih seru kalau foto-foto hihihi…

      Reply

  2. October 12, 2015 @ 4:53 pm cputriarty

    jadii pengin mampir ke Taman Bungkul deh agar bisa ketemu ama empunya “A” ammah yang cakep dalam foto 😀 hihiihi *secara kudus-surabaya gak seberapa jauh, kan 😀

    Reply

    • October 12, 2015 @ 6:27 pm Rahmah Usman

      Hehe… jadi malu saya
      Kalo mampir jangan lupa kabarin ya, siapa tahu bisa kopdar ^_^

      Reply

  3. October 12, 2015 @ 10:18 pm nining

    A for Apik taman’e mbak hihihihi…..adem ya emg disitu, pohonnya rindang mo nyari makan krn laper jg beres 🙂

    Reply

    • October 12, 2015 @ 10:38 pm Rahmah Usman

      Hahaha… mba Nining memang paling kreatif deh…
      “A” for AYO kita ketemuan lagi ^_^

      Reply

      • October 17, 2015 @ 3:33 pm Nining

        buahahaahhaahah boleh2 insya allah ketemuan sambil ngadem enak keknya, mana makanan berlimpah pulak sekitaran situ 🙂

        Reply

  4. October 12, 2015 @ 10:34 pm Wignya

    Salah satu kota yang bisa jadi percontohan kota lain sih.

    Bulan november lalu saya ke Surabaya, dan beda banget dengan tiga tahun lalu. Keren.

    Reply

    • October 12, 2015 @ 10:43 pm Rahmah Usman

      Iya nih… pesat sekali pembangunannya…

      Reply

  5. October 13, 2015 @ 10:32 am Dwi Puspita

    sering banget aku kencan di taman ini mak….hehehe

    Reply

    • October 14, 2015 @ 3:44 am Rahmah Usman

      Aih aih kencan ya ^_^
      Nanti main2 lagi sama dedek bayi…

      Reply

  6. October 14, 2015 @ 1:05 am sgw waluyo

    Wahhh…dadi tambah kangen ambek kampungku mbak….kelingan jaman semono…sepedaan ning taman bungkul.

    Reply

    • October 14, 2015 @ 3:45 am Rahmah Usman

      Rumahnya dimana di Surabaya, Mas?
      Sekarang merantau kemana?

      Reply

  7. October 14, 2015 @ 5:45 am Ria Rochma

    Taman ini memang wow banget ya, mbak. Apalagi kalau dah malam, ampun deh, ramenyaaaa…

    Reply

  8. October 14, 2015 @ 5:56 am BangMisno

    wah baru pertama dengar nih Taman Bungkul, maybe suatu saat bisa berkunjung ke sana.

    Reply

  9. October 14, 2015 @ 6:35 pm Lianny Hendrawati

    Aku belum pernah ke taman Bungkul. Tempatnya asyik dan bersih ya. Pasti banyak juga yang berfoto ria di situ 🙂

    Reply

    • October 14, 2015 @ 10:21 pm Rahmah Usman

      Ada, Mbak… Buanyaaakkk…
      Apalagi kalau weekend…

      Reply

  10. October 15, 2015 @ 10:33 pm Niar Ningrum

    Tempat segala macem, dri kencan, nyari cemilan, skedar kmpul sama komunitas levitasi hore jaman bahoela..

    Pokok e sueru poll di bungkul

    Reply

  11. October 16, 2015 @ 12:24 am Elang Wicakso

    Wah, gak keitung nih berapa kali saya ke taman bungkul. Paling sering sih kalo pas CFD-an 😀

    Reply

    • October 16, 2015 @ 9:31 pm Rahmah Usman

      hahaha… memang lokasi yang pas ^_^

      Reply

    • March 15, 2017 @ 11:58 pm Loree

      Thanks, I’ve just been searching for info apelmxioatpry this subject for a long time and yours is the best I’ve came upon so far. However, what in regards to the conclusion? Are you sure about the source?

      Reply

    • March 22, 2017 @ 4:38 pm http://www.wababaseball.com/

      I am guessing she’ll be in the bargain bin soon enough, so maybe you’ll still be able to get her. New camera stuff is always fun; I wound up taking all these pics with a macro lens after having used a wide-angle (sorta wide, anyway) for almost all my shots the last couple of months; it felt a lot different but it worked better that way.

      Reply

  12. October 16, 2015 @ 12:17 pm evisrirezeki

    Aku udah pernah ke sini loh 🙂

    Reply

    • October 16, 2015 @ 9:32 pm Rahmah Usman

      Eh, kapan? dengan siapa? buat apa? *nah lho 😀

      Reply

  13. October 16, 2015 @ 10:22 pm rahmiaziza

    Waa besok pas ke Surabaya harus ke siniii

    Reply

    • November 1, 2015 @ 6:13 pm Rahmah Usman

      Mampir sebentar ya, Mbak… Dan jangan lupa foto, hehe…

      Reply

  14. October 21, 2015 @ 11:20 am Om Biems

    Wah meningalkan jejak disini, ternyata tidak terendus tanpa pemberitahuan….

    Reply

  15. October 22, 2015 @ 9:23 pm Nia Haryanto

    Pengin ke situ deh ih. Keren tamannya. Gak salah memang kalo Surabaya jadi SmartCity nomor 1. Bu Rismaaaaaaa…..

    Reply

    • November 1, 2015 @ 6:14 pm Rahmah Usman

      Iya,Mbak… dan wajar kalau bu Risma marah jika ada yang merusak taman ini

      Reply

  16. October 24, 2015 @ 7:15 pm Silviana Noerita

    Keren betul tempatnya. Aku belum pernah kesini juga, huaaa. Kalau ke Surabaya sebentar- sebentar sih jadi gak bisa nikmati suasana kota Surabaya

    Reply

    • November 1, 2015 @ 6:14 pm Rahmah Usman

      Makanya, Sil. Ajak Sumargo aja sekalian… pasti dianya mau…

      Reply

      • March 15, 2017 @ 10:02 pm Chassidy

        Lenuerd:”Qoastion 1: do you ever think about taking things that are not yours?”Hah! I once applied for a job at a national chain big-box store and the application had several questions just like that one. The may as well have asked, “Do you want this job? Yes/No.”

        Reply

  17. October 29, 2015 @ 1:12 pm Paklek Sam

    Taman Bungkul memang mempesona…walau banyak taman di Surabaya saat ini, tapi Bungkul tetap terfavorit..

    Reply

    • November 1, 2015 @ 6:16 pm Rahmah Usman

      Iya, Paklek… Meskipun banyak taman tetapi saya selalu pilih Taman Bungkul…

      Reply

  18. October 29, 2015 @ 9:21 pm Nathalia DP

    ngeliatnya aja adem 🙂

    Reply

  19. March 13, 2016 @ 6:08 am katon sumargi

    Saya belum pernah sih ,,, ke taman bungkul surabaya, tapi liat penampilannya sepertinya asik juga yah, cocok untuk bercengkrama dengan keluarga

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool