Simpang Lima Gumul Kediri

Simpang Lima Gumul, The New City Ikon Wisata Kediri

Simpang Lima Gumul Kediri

Simpang Lima Gumul, ikon wisata Kabupaten Kediri

Simpang Lima Gumul atau SLG, monumen yang menandai pertemuan lima ruas jalan di Kediri ini arsitekturnya terinspirasi oleh  Monumen L’arch D’ Triomphe di Paris. Kawasan ini sekarang ramai dikunjungi sejak diresmikan tahun 2008 oleh Bupati Sutrisno, yang menjabat kala itu.

Sejak saat itu Simpang Lima Gumul  menjadi ikon wisata kabupaten Kediri. Berlokasi di desa Tugurejo kecamatan gampengrejo kabupaten Kediri – Jawa Timur. Sebelumnya daerah ini dikenal dengan nama Proliman karena menjadi pusat pertemuan lima ruas jalan yang menuju Pare, Pagu, Plosoklaten, Gampengrejo dan Pesantren.

Simpang Lima Gumul Kediri

Titik temu lima penjuru yang menuju arah Pare dan Kediri

Monumen ini dibangun untuk mengenang Jongko Joyoboyo, raja dari Kerajaan Kediri pada abad 12 yang ingin menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri. Sedangkan monumen L’arch D’ Triomphe di Paris dibangun untuk menghormati para pejuang yang bertempur dan mati bagi Perancis dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon.

Simpang Lima Gumul Kediri

Atap monumen Simpang Lima Gumul

Berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Kediri atau perjalanan sekiatr 10 menit. Dari Bandara Juanda Surabaya sekitar 120 km ke arah barat atau perjalanan kurang lebih 2,5 jam, tidak sulit untuk menjangkaunya karena sudah ada transportasi ynag melewati jalur ini. Ke depannya pemerintah kabupaten Kediri akan menjadikan Simpang Lima Gumul sebagai kota baru dan pusat perdagangan Jawa Timur Bagian Barat. Tak tanggung-tanggung pemerintah melengkapinya dengan membangun convention hall, terminal, bank daerah dan sarana rekreasi water park.

Simpang Lima Gumul Kediri

Tempat parkir yang luas dan nyaman

Dibangun di atas tanah 37 hektar dengan luas bangunan 804 meter persegi dan ketinggian mencapai 25 meter, SLG memiliki 6 lantai serta ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar monument ini terlihat sangat megah dan luas, cocok sebagai sarana hiburan rakyat murah meriah. Pembangunan monument Simpang Lima Gumul atau SLG dimulai pada tahun 2003 dan diresmikan pada 2008 dan menelan biaya hingga Rp. 300 Milyar. Angka 25 dan 804 merupakan angka sakral, hari lahir Kediri yaitu 25 Maret 804 Masehi. Memasuki kawasan ini pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, cukup membayar parkir kendaraan. Untuk motor Rp. 2000,- mobil Rp. 5000,-.

Simpang Lima Gumul Kediri

Relief di salah satu sisi monumen

Ada 4 relief yang terpahat di setiap sisi bangunan jadi total 16 relief, yang  menggambarkan sejarah, seni dan kebudayaan Kediri. Di salah satu sudut monument terdapat sebuah patung Ganesha yang merupakan salah satu dewa umat Hindu. Ganesha selain dikenal sebagai Dewa Pengetahuan dan Kecerdasan juga bergelar Dewa Pelindung, Dewa penolak Bala dan Dewa Kebijaksanaan.

Patung Ganesha Simpang Lima Gumul Kediri

Patung Ganesha di salah satu sudut monumen

Sebagai kawasan wisata rakyat, area sekitar monumen didesign ramah pengunjung. Selain menikmati wisata sejarah, Simpang Lima Gumul juga bisa dijadikan wisata keluarga. Tempatnya yang luas bisa menampung banyak orang. Di dalamnya dilengkapi dengan perpustakaan keliling, ini yang paling saya suka. Kita bisa membaca buku-buku koleksinya sambil menikmati angin sepoi yang berhembus, pepohonan di sepanjang jalan di sekitar monument memberikan kesejukan meski sinar matahari cukup menyengat. Malam hari pun area ini tak pernah sepi. Gambar-gambar bagus tentang monumen SLG justru lebih banyak dihasilkan di malam hari.

Perpustakaan keliling Simpang Lima Gumul Kediri

Perpustakaan keliling menjadi sarana untuk mengajak pengunjung gemar membaca

Pada hari Sabtu-Minggu menjadi puncak keramaian di sekitar monument, banyak kegiatan masyarakat dihelat di sini. Mulai dari olahraga pagi seperti jogging, beberapa komunitas juga memanfaatkan Simpang Lima Gumul sebagai lokasi kopdar atau kopi darat. Pemerintah kabupaten Kediri juga sering menggelar event baik lomba maupun pameran di sini sebagai sarana untuk lebih mengenalkannya pada khalayak ramai.

Melengkapi kenyamanan pengunjung, di sekitar monumen Simpang Lima Gumul banyak terdapat pedagang kaki lima, tempat makan dengan harga terjangkau dan pasar Tugu yang menjual oleh-oleh dan souvenir khas Kediri. Ke depannya pemerintah merencanakan akan membangun hotel, pertokoan, pusat grosir, dan pusat produk – produk unggulan serta cinderamata di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul. Untuk mencapai lokasi ini, bila dari Surabaya bisa menggunakan bus kota dengan trayek Surabaya – Pare – Kediri. Begitu juga yang hendak ke Surabaya bila ingin singgah ke sini bisa naik angkutan umum atau bus yang melewati Pare.

Simpang Lima Gumul, The New City Ikon Wisata Kediri
2.3 (46.67%) 3 votes
(Visited 2,016 times, 1 visits today)


About

cat lover, coffee addicted, life with a sweetheart


'Simpang Lima Gumul, The New City Ikon Wisata Kediri' have 19 comments

  1. October 20, 2015 @ 2:01 pm Rahmah

    Nggak perlu ke Paris deh hihihi…

    Reply

    • October 20, 2015 @ 2:25 pm Entas Suliana

      deket loh ini dari Kertosono hahahahha

      Reply

      • November 15, 2016 @ 11:24 am Florence

        You’re the one with the brains here. I’m wanitchg for your posts.

        Reply

      • February 8, 2017 @ 9:57 pm berechnung kredit und zinsen

        If your articles are always this helpful, “I’ll be back.”

        Reply

      • February 14, 2017 @ 10:38 pm http://www.gamehackscheats.us/

        Rosie O’Donnell is Just DisgustingEvery time we dare to think that Rosie has crossed the line, she steps a bit farther and the line keeps moving. For her.

        Reply

      • March 1, 2017 @ 6:06 am immobilienkreditrechner

        bien pour un début, même vraiment bien. Une question : pourquoi avoir mis des liens qui dirigent sur les entreprises et école avec lesquels tu as eu à faire ? Cela ne me semble pas forcément très cohérent avec ton projet.

        Reply

  2. October 20, 2015 @ 3:18 pm @nurulrahma

    Aku pernah lewat sini malem2. Jadinya blum sempat poto2 deeeh hihihi

    http://hellosurabaya.com/ceker-ayam-lapindho-destinasi-kuliner-amigos-yang-bikin-keringat-ndrodos/

    Reply

    • March 16, 2017 @ 3:33 am India

      Please teach the rest of these internet hoanlgois how to write and research!

      Reply

    • April 25, 2017 @ 1:07 am agario coins hack pc

      Audi- Thanks! Figures. That store kills me every time…. Though their stock doesn't generally agree with me. I've put in special orders for different sizes of specific items to no avail 🙁 I think it's almost time for their trunk sale though 😀

      Reply

  3. October 21, 2015 @ 5:31 am Ria Rochma

    Hm, selalu hanya lewat kalau ke Kediri…

    Reply

  4. October 21, 2015 @ 7:08 am Dwi Puspita

    keren ya bangunannya…

    Reply

    • October 21, 2015 @ 12:11 pm entas suliana

      Sejarah membuktikan, Indonesia kerennya mendunia ….

      Reply

  5. October 21, 2015 @ 1:08 pm Hidayah Sulistyowati

    Ih nyesel loh, gak foto2 pas lewat Kediri tahun 2012 lalu. Harus pergi khusus ke kediri, khusus numpang narsis, biar berasa di Paris ^_^

    Reply

  6. October 21, 2015 @ 6:34 pm Nining

    Hahahahaha sampe muncul meme’nya nih….pria kudu bs bedain mana Paris mana Kediri buat nyenengin pasangannya…dienkkkkkkk wkwkwk
    Ke Paris aaah, eh Kediri dink hihi

    Reply

    • October 21, 2015 @ 6:38 pm Entas Suliana

      Survey membuktikan ….. Paris tak beda jauh dg Kediri #eh hahaha

      Reply

  7. October 22, 2015 @ 2:24 pm BunSal

    Berkunjung onlineeeee…^_^
    Catet dalem hati ah..Semoga berjodoh foto2 welfie ma anak2 di tempat ini.
    Aamiin kencenggggg..^_^

    Reply

  8. October 22, 2015 @ 2:28 pm entas suliana

    amiiiiinnn …. 🙂

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool