Art Deco Ex RS Mardi Santoso

Seni Art Deco di Ex RS Mardi Santoso

Hari-hari menjelang 10 Nopember sebagai Hari Pahlawan, kota Soerabaja tercinta ini pastinya identik dengan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan jaman kolonial Belanda. Di daerah Surabaya bagian utara tepatnya bahkan dijuluki sebagai Kota Tua-nya Surabaya. Beneran loh, coba deh sekali-kali kalian menyusuri jalanan Surabaya Utara sebut saja jalanan mulai dari daerah Bubutan, kemudian Kemayoran lanjut Rajawali, Perak, Jembatan Merah dan sekitarnya. Nuansa bangunan dengan sentuhan seni arsitektur art deco kental sekali terasa di setiap facade bangunan yang kita lewati, namun sayang tidak semua bangunan peninggalan sejarah tsb terawat, bahkan beberapa bangunan nampak lama tidak terjamah lagi.

Art Deco Ex RS Mardi Santoso

facade bangunan EX RS Mardi Santoso

Terletak di Jalan Bubutan 93-95 Surabaya, Ex Rumah Sakit Mardi Santoso merupakan salah satu bangunan bersejarah (cagar budaya) peninggalan jaman kolonial Belanda. Pun mempunyai nama Belanda, Meesjesweeshuis yang dibangun pada tahun 1912. Sama seperti bangunan-bangunan peninggalan Belanda lainnya, ciri gaya arsitektur art deco yang berkembang sekitar tahun 1910 s/d 1930 bisa kita lihat jelas dari jendela berukuran besar, pilar-pilar berukuran besar sebagai pembatas ruangan. Serta interior lainnya seperti bagian pintu yang lebar, lalu bentuk ruangan luas dengan plafon menjulang tinggi.

Konsep luas lebar dan tinggi ini disebut-sebut mengadaptasi dari cuaca kota Surabaya yang memang dari jaman dulu terkenal dengan teriknya. Hmmm yo gak salah kemarin suhu kota ini mencapai 41 derajat celcius “Sumuk nemen yo rek, ayo ndang hujan maneh!” hihihi.

Bangunan Ex Rumah Sakit Mardi Santoso ini terakhir dimanfaatkan sebagai sebuah resto berkonsep semi outdoor, saya sempat beberapa kali mampir ke resto tsb. Pihak pengelola benar-benar merawat bangunan yang juga dijadikan cagar budaya ini. Pemilihan cat serta tanaman yang menghiasi taman benar-benar menampilkan nuansa jaman dulu, sayang kan kalo bangunan cagar budaya ini dibiarkan begitu saja.

Usul saya nih, kenapa nggak dijadikan hotel dengan konsep museum gallery saja ya?! Secara kan belakangan hotel-hotel konsep modern minimalis makin menjamur di kota Surabaya, lantas kenapa enggak konsep art deco dengan sentuhan modern klasik ditampilkan disini, huhuhu andaikan.

Art Deco Ex RS Mardi Santoso

dulu (sumber foto Javapost nl)

Art Deco Ex RS Mardi Santoso

sekarang (sumber foto laman resto hallosurabaya)

Lihat saja ruang tengah ini nampak luas lebar, yang dulu digunakan sebagai kamar anak-anak panti, tak banyak berubah bukan karena memang Ex Rumah Sakit Mardi Santoso ini awal mula dibangun pertama kali merupakan sebuah panti asuhan khusus perempuan, baru kemudian sekitar tahun 1995 menjadi Rumah Sakit. Baru kemudian di tahun 2000an sempat berubah menjadi sebuah resto.

Art Deco Ex RS Mardi Santoso

momen dimana teman saya menikmati keelokan taman di EX RS Mardi Santoso

Namun sayang sekitar awal 2014 resto tsb pun ditutup kemudian area ex RS ini ditutupin seng ntah akan berubah menjadi apalagi bangunan cagar budaya ini selanjutnya. Besar harapan kami sebagai arek-arek Suroboyo, agar pemerintah kota betul-betul memperhatikan serius nasib bangunan peninggalan sejarah. Sayang kan kalo bangunan secantik ini teronggok pasrah seperti bangunan lainnya di Jalan Coklat, Gula dll. “Hiks ojok sampe yo rek.”

Banyak sekali testimoni di sebuah laman komunitas Surabaya tempo dulu dimana para anggotanya pernah dilahirkan bahkan dirawat di rumah sakit tsb. Kira-kira dari pembaca hellosurabaya disini ada kah yang pernah merasakan kejayaan Rumah Sakit tsb?

Seni Art Deco di Ex RS Mardi Santoso
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,048 times, 1 visits today)


About

Petite woman who loves shopping, traveling, culinary, fleurs et coffee addicts. (profilnya imut kaaan, kek orangnya :p)


'Seni Art Deco di Ex RS Mardi Santoso' have 5 comments

  1. November 4, 2015 @ 10:23 pm Rahmah

    Belum pernah ke bangunan ini…
    Semoga walikota terpilih bisa melirik bangunan ini untuk lebih diberdayagunakan…

    Reply

  2. November 5, 2015 @ 12:19 am Niar Ningrum

    Diriku lahir disitu mbk ning, eeh denger2 skrg masih jadi bahan “rebutan” salah satu bank negara sama pihak pemrrintahan, aset segede gitu jeh yoo legooo

    Reply

  3. November 5, 2015 @ 7:15 am Dwi Puspita

    wah sayang banget udah tutup ya…padahal kan mau juga kesana…

    Reply

  4. November 5, 2015 @ 8:16 am Entas Suliana

    terakhir ke sini meeting dua tahun yg lalu, setelah itu operasionalnya ditutup

    Reply

  5. November 5, 2015 @ 9:00 am Nurul Rahmawati

    ini yg dulu resto Halo Surabaya itu ya mbak Ning?

    Ada patung dinosaurus segala. Sidqi sukaaaaak poto2 di sana, hehehehe.
    Btw, ndak ada Halo Surabaya, eh, sekarang ada HelloSurabaya, yipppiiii

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool