Semanggi Surabaya

Semanggi, Riwayatmu Kini

Setelah kemarin aku ajak kalian untuk menikmati wajah Alun – alun Sidoarjo yang baru, kurang mantap kalau jalan – jalan kuliner di sekitar alun – alun Sidoarjo. Nggak perlu khawatir bakalan kelaparan, karena banyak sekali tenda – tenda yang khusus untuk pedagang makanan. Terakhir kali ke sana, ada semacam renovasi untuk tenda – tenda pedagang itu. Kalau sudah puas jalan – jalan dan butuh pemadam kelaparan, tinggal nunjuk aja (tapi jangan lupa bayar), mulai dari bakso, soto hingga nasi campur. Tapi, bukan di situ tempat yang jualan Semanggi Suroboyo.

Lah kok? Malah bahasnya jauh amat. Ya, biar tahu sekitaran Alun – alun, lah. Mungkin, ada yang kurang sreg sama semanggi surabaya, bisa coba alternatif kuliner yang lain. Nah, yang jual semanggi tuh seberang Alun – alun Sidoarjo, tepatnya di depan kantor cabang salah satu bank. Sayangnya nggak berhasil nih buat wawancara ala – ala Sari seperti wawancara penjual lontong balap. Mau gimana lagi, hampir setiap hari tuh ramai pembeli. Meskipun jualannya di trotoar ala – ala lesehan, tapi banyak juga loh pembelinya, yang jual ibu yang sudah tua tapi masih cekatan untuk meracik semanggi dengan bumbunya. Ramah plus selalu banyak senyum, wah makin kenyang tuh makan semanggi. Buka setiap hari kecuali libur, hehehe.. nggak ding, bukanya tuh setiap hari Selasa sampai Jumat. Boleh menikmati sambil lesehan karena di sekitaran penjual semanggi ada juga yang juga jajanan dan jualan kopi rencengan. Tapi, kalau memilih untuk bungkus, bisa kok karena sudah ada bumbu yang sudah disiapkan di plastik. Jadi antara semanggi dan bumbunya dipisah.

Semanggi Surabaya

penampakan semanggi. Kuliner sehat, murah meriah

Dari namanya, semua juga sudah tahu kalau Semanggi aslinya dari Surabaya,tapi kenapa bahasnya makannya di Sidoarjo. Yaaa karena biar nggak jauh lah kalau mau jalan – jalan dari Bandara Juanda dan jalan – jalan murah meriah di Alun – alun, Sidoarjo. Yuk, mari ke Sidoarjo. Percaya deh, memang saat ini sulit loh cari kuliner Semanggi. Di sekitaran kota, hanya ibu ini yang jual Semanggi. Sayang banget kalau mampir ke Sidoarjo kalau nggak mencoba semanggi. Cukup rogoh kocek tujuh ribu untuk mendapatkan seporsi semanggi.

Semanggi Surabaya

cara makannya, campur semua semanggi plus bumbunya. Makannya pakai tangan biar sedeeep.

Karena ingin jeprat – jepret semanggi ala – ala food blogger, aku memilih untuk membungkus semanggi. Setelah itu, aku kirim foto ke teman yang tinggal di Jember, eh ternyata dia nggak tahu apa itu semanggi,. Kalau teman – teman ada yang belum tahu apa itu semanggi, hampir mirip sih seperti pecel. Daun semanggi yang bentuknya sering kita lihat di emoticon whatsapp, yaitu clover si daun keberuntungan. Daun semanggi di rebus, ditambah  kecambah yang sudah direbus. Untuk penyajiannya, semanggi diguyur sambal dari ketela terus lebih nikmat jika dimakan dengan krupuk puli (krupuk beras) yang memang bentuknya lebar. Yang menarik, makan semanggi ini nggak pakai sendok, karena krupuk puli ini yang berfungsi sebagai sendok, cukup cuil aja tuh krupuk, nikmat dong makan pakai tangan. Kalau ingin membawa semanggi sebagai oleh – oleh sepertinya harus menelan ludah saja ya, karena kurang cocok jika dijadikan buah tangan, semua bahannya fresh, harus dinikmati segera, kalau dimakan kemdian hari, takutnya sambal ketelanya bakalan kecut. Udah deh, mampir ke sini aja.

Semanggi Surabaya

Seporsi semanggi dilengkapi dengan krupuk puli yang gurih, bisa juga tambah krupuknya, cukup tiga ribu rupiah udah dapat banyak banget.

Semanggi, Riwayatmu Kini
5 (100%) 2 votes
(Visited 591 times, 1 visits today)


About

Personal blogger yang suka nulis, termasuk nulis tentang kamu.


'Semanggi, Riwayatmu Kini' have 11 comments

  1. October 26, 2015 @ 11:44 am Rahmah

    Cuma pernah makan sekali aja… jarang ditemukan di tempat-tempat lain
    Lumayan sih menurutku…

    Reply

    • November 1, 2015 @ 12:42 pm Sari Widiarti

      yuk mbak ke sini. Mamam semanggi sepuasnya… 😀

      Reply

  2. October 26, 2015 @ 12:28 pm Nurul Rahmawati

    semanggi biasanya aku beli dekat masjid al akbar surabaya mbak.

    Reply

  3. October 26, 2015 @ 7:27 pm puputs

    sebenernya baru denger makanan satu ini, surabaya emang kaya kuliner

    Reply

  4. October 27, 2015 @ 9:06 am entas suliana

    pernah makan sekali dan rasanya hampir mirip pecel tp lebih suka pecel (lidah kulonan) :)))

    Reply

  5. October 27, 2015 @ 6:00 pm Nining

    Duluuuu krn SMA’ku dkt bgt sm sawah rawa gt, jd ditumbuhi si daun keberuntungan ini. Singkat cerita iseng aja dulu ‘”hayooo siapa yg nemuin helainya 4 bakal ketemu kodoh!” Lgsh aja itu tmn2 sregep nyari wkwkwkwk kebetulan emg gk ada yg nemu, yaiyalah masih SMA ini bau kencuuur!

    Reply

    • December 6, 2016 @ 6:41 am makmini surabaya

      setahu sy ada yang daun 4 ada yg 3 mbak. di surabaya beberapa saya temui daun 4 di daerah sememi.
      monggo yg mau ketemu jodoh (lagi) hehehhehe

      Reply

  6. October 31, 2015 @ 8:48 pm Liswanti

    Belum pernah saya nyobain semanghi, di jakarta ada ga?

    Reply

  7. November 2, 2015 @ 11:03 am Ida Raihan

    Waktusaya ke Surabaya dibeliin Semanggi sama Adik ipar. Agak bengongjuga waktu ditawarin, ‘Mau semanggi, Mbak?’. Itu kan kalo di Jakarta nama daerah. Jadi, ‘apa maksudnya?’ Baru deh setelah di jelasin makan semanggi. Makanan yang menyehatkan dia itu. Sayuran semua…

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool