Balai Kota Surabaya

Narsis di Balai Kota Surabaya? Penting!

Yuhuuu… Arek Suro(ck)boyo pasti pernah kan kencan jalan-jalan ke Balai Kota Surabaya? Kalau belum pernah, kebangetan poll! Lha wong, itu salah satu bangunan bersejarah kebanggaan kita semua. Meskipun, jadi kantor Wali Kota, tapi kita bisa kok melenggang bebas di sana. Coba deh kita foto-foto jalan-jalan ke sana, sekalian mengenal lebih jauh, ada apa saja di dalam kantor Wali Kota Surabaya itu.

Balai Kota Surabaya

Gedung Balai Kota Surabaya ini letaknya tidak seperti Balai Kota lazimnya, yang dekat dengan masjid agung dan alun-alun. Awalnya, Balai Kota mau dibangun dekat alun-alun waktu itu, yang dulunya di Tugu Pahlawan dan alun-alun contong, pusat pemerintahan Surabaya waktu itu, yang letaknya di sekitaran Jl. Tugu Pahlawan, Kembang Jepun dan Jembatan Merah. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya dibangun di Jl. Taman Surya, tepatnya antara Jl. Walikota Mustajab dan Jl. Jaksa Agung Suprapto. Sekaligus menandai perpindahan pusat pemerintahan waktu itu.

Balai Kota Surabaya

gagah!

Bangunan utama gedung, baru dibangun pada pemerintahan Wali Kota kedua, yaitu G.J. Dickerman. Pembangunannya dimulai pada tahun 1923, dan baru dipakai di tahun 1927. Konon, biaya yang dihabiskan untuk membangun gedung yang diarsiteki C. Citroen itu, mencapai 1000 gulden. Banyak yaaaa.. duitnya bisa dipake renang.

Ukuran gedung utamanya, panjang 102 meter dan lebar 19 meter. Konstruksinya terdiri dari tiang-tiang pancang beton bertulang yang ditanam, sedangkan dinding-dindingnya diisi dengan bata dan semen. Atapnya terbuat dari rangka besi dan ditutup dengan sirap. Baru-baru ini, atap itu kemudian diganti dengan genteng. Karena pelaksana pembangunan gedung namanya H.V. Hollandsche Beton Mij, makanya semua tiang pancangnya terbuat dari beton bertulang. (abaikan analisa ngaco saya :P)

Balai Kota Surabaya

salah satu koridor di balai kota

Gedung Balai Kota Surabaya memang dikenal sarat dengan peninggalan Belanda. Selain bangunannya sangat kokoh dan gagah, khas peninggalan kolonial, arsitekturnya juga memiliki citarasa yang tinggi. Hal itu terlihat dari detil ornamen pada gedung.

Taman Surya

taman surya di siang hari

Kalo ke sananya malam, asik juga. Itu Taman Surya depan Balai Kota, rame banget kalo malam. Apa lagi kalau week end. Buanyaaak banget yang manfaatin tempat itu, entah sekedar jalan-jalan sama keluarga, atau kongkow sama teman-teman, ada juga yang pacaran jalan-jalan sama pacarnya. Kebetulan, waktu saya ke sana, ada siswa-siswi SMA yang berlatih dance. Saking banyaknya area kosong, Taman Surya sering dijadikan tempat untuk menggelar konser musik atau apapun.

Balai Kota Surabaya

Di malam minggu, bahkan bakal dijumpai pedagang kaki lima yang mangkal dadakan di sekitar Taman Surya. Kalau beruntung, di dalam Taman Surya, dapat dijumpai permainan kesenian tradisional Reog Ponorogo.

Balai Kota Surabaya

luasnya taman, biasanya dimanfaatkan oleh komunitas untuk menggelar acara di sini

Balai Kota Surabaya

bunker

Di bawah Gedung Balai Kota ternyata ada bunkernya, sodarah! Untuk yang satu ini, saya juga baru tahu beberapa minggu lalu. Ciyus! Hello.. kemana aja buuk.. haha.. biasa kan yaah.. embak-embak sok sibuk..

Etapii.. emang beneran kok, bunker ini baru dipamerkan ke masyarakat luas belum lama ini. Sekarang juga, bunkernya belum dibuka untuk umum. Tapi, ke depannya, bunker ini bakalan dijadikan tempat wisata.

Oiya, bangunan bawah tanah itu dilengkapi lobi seluas tiga meter kali tujuh meter. Pintunya ada dua, sebelah kiri menuju rumah dinas Wali Kota, yang letaknya dekat dengan Balai Kota dan sebelah kanan menuju depan Balai Kota.

Balai Kota Surabaya

pic. by inilahsurabaya

Di ujung bangunan bunker ada dua tangga yang menempel di dinding sisi barat dan timur. Tangga itu terbuat dari besi tebal dan mengarah ke pintu bunker. Ketika pintu dibuka, terlihat lorong panjang dan gelap dengan diameter kurang lebih satu meter.
Kalau ada yang mau lihat, coba deh datang ke Balai Kota, trus bilang sama resepsionis atau Satpol PP yang jaga, mau lihat bunker, kalau beruntung, dikasi arahan letaknya. Lokasi pintunya ada di belakang balai kota, tepat di bawah anak tangga masuk balai kota dari arah belakang. Di depan bunker juga dipasang plakat yang berisi penggalan sejarah bunker itu.
So, masih ogah jalan-jalan ke Balai Kota? Rugi pake banget!
Narsis di Balai Kota Surabaya? Penting!
4.9 (97.14%) 7 votes
(Visited 672 times, 1 visits today)


About

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed


'Narsis di Balai Kota Surabaya? Penting!' have 6 comments

  1. October 22, 2015 @ 5:28 pm Rahmah

    Mau ulangi lagi narsis di sana ^_^
    Fotonya ga tahu di mana soalnya…

    Reply

  2. October 22, 2015 @ 9:19 pm Nia Haryanto

    Pengen ke Surabaya atuhlaaaaah….

    Reply

  3. October 23, 2015 @ 7:28 am Dwi Puspita

    sering banget kesini kalo lagi ada tugas..hehehe

    Reply

  4. October 23, 2015 @ 8:15 am Nining

    jejak peninggalan belanda di mana2 yaaaaa tibaknya….eh itu yg air mancur di dpn balai kota gk ikut kejepret yaa..gemes kalo tiap lewat situ pgn ikutan main air hahahahaha

    Reply

  5. October 23, 2015 @ 10:34 am @nurulrahma

    Aku kalo minggu pagi kadang ajak anakku halan2 ke taman pemkot mbak

    Reply

  6. October 23, 2015 @ 12:34 pm Niar Ningrum

    Narsisable, dua kali ajah masuk situ pas ada acara juga. Seru yaa bungker nya

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool