Monumen Bambu Runcing

Monumen Bambu Runcing: Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya dikenal mempunyai banyak monumen bersejarah. Salah satunya adalah monumen Bambu Runcing.

Monumen Bambu Runcing

Foto para napi di Surabaya membawa bambu runcing, pada tanggal 10 November 1945. (wikipedia)

Siapa yang tak kenal bambu runcing? Bambu runcing adalah senjata yang digunakan sebagai alat perjuangan, karena kurangnya peralatan perang. Perjuangan yang harus terus berlanjut, terutama setelah Indonesia merdeka, praktis, senjata menjadi kebutuhan utama saat itu. Apalagi musuh Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan menjadi sangat banyak dan berkekuatan besar. Jepang yang masih bercokol, Belanda yang ingin berkuasa lagi, dan Sekutu yang juga akan menjajah menggantikan Jepang dan Belanda.

Monumen Bambu Runcing

tempatnya narsisable! 😛

Bambu runcing dan peralatan tradisional lain menjadi alternatif, karena murah dan bersifat massal. Kekuatan doa menjadi faktor utama kekuatan alat-alat tradisional itu. Ditambah lagi, Pidato Gubernur Suryo di radio, menjelang pertempuran 10 November 1945, kian membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk mengusir penjajah.

Monumen Bambu Runcing

Patung Gubernur Suryo

“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur
daripada dijajah kembali”
(Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945
di Surabaya)

Monumen yang berdiri tegak, tepat di jantung kota Surabaya ini, menjadi saksi bisu, saat pertempuran sengit melawan penjajah, pada 10 November 1945.

Terletak di Jl. Panglima Sudirman, Monumen Bambu Runcing ini menjadi salah satu ikon pariwisata Surabaya, yang memiliki hubungan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Monumen Bambu Runcing

Monumen ini terdiri atas 5 pilar, yang mempunyai ketinggian berbeda-beda, dengan ujung lancip. Pada waktu-waktu tertentu, akan ada air yang mengalir keluar dari bambu runcing, layaknya sebuah air mancur. Juga terdapat lampu yang nyala berwarna-warni. Monumen ini juga dikelilingi oleh taman yang sangat terlihat tertata apik, terdiri dari berbagai tanaman hias. Tapi sayangnya, beberapa waktu terakhir, air mancur tidak mengalir.

Monumen Bambu Runcing

Sangat mudah untuk bisa sampai ke monumen Bambu Runcing. Apalagi letaknya yang sangat strategis. Mau jalan ke arah mana saja, selalu melewati monumen ini, karena memang tempatnya dekat dengan Tunjungan Plaza dan Delta Plaza. Jika kalian akan menuju ke Kebun Binatang Surabaya, dari arah kota, pasti akan melewati monumen ini. Begitu juga sebaliknya, jika ingin ke Tugu Pahlawan, dari arah luar kota, pasti juga melewati tempat ini.

Rugi sekali bila sudah berkunjung ke Surabaya, tidak berfoto di monumen ini. Apalagi, monumen ini menjadi salah satu simbol kepahlawanan bangsa.

Menjelang tengah malam, area sekitaran monumen biasanya ramai dikunjungi anak-anak muda, terutama mereka yang tergabung dalam berbagai klub motor. Bahkan, di akhir pekan, tempat ini juga menjadi jujugan keluarga yang ingin sekadar nongkrong menikmati suasana malam kota Surabaya.

Monumen Bambu Runcing

Di hari Minggu, area ini dijadikan sebagai tempat beristirahat, warga yang asik gowes di pagi hari. Juga ada beberapa warga Surabaya yang memanfaatkan taman sekitar monumen untuk ajojing atau sekadar jalan santai.

Kalau sudah capek bernarsis berputar-putar di sini, kalian bisa menyeberang jalan raya, menuju ke gardu listrik kuno peninggalan Belanda.

Monumen Bambu Runcing: Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo
5 (100%) 2 votes
(Visited 756 times, 1 visits today)


About

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed


'Monumen Bambu Runcing: Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo' have 2 comments

  1. November 6, 2015 @ 11:21 pm Rahmah

    Dulu waktu TK, saya selalu jadi pemeran yang memegang bambu runcing
    Entah apa maksud guru saya dulu… mau tanyakan sekarang, beliau sudah tiada…

    Reply

  2. November 7, 2015 @ 1:10 am Niar Ningrum

    Bambu runcing lewat2 doang belom pernah narsis di tempat ini, besok2 aah mau selfie disini

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool