Museum Mpu Tantular

Menikmati Wisata Budaya di Museum Mpu Tantular

Hello Traveller, kalau kalian sedang berlibur di Surabaya dan bosen hanya keliling dari Mall ke Mall, cobalah menikmati suasana berbeda dengan mampir ke Museum Mpu Tantular. Mungkin  kalian akan mengernyitkan dahi atau mengendikkan bahu. Ogah! Males! Eits tunggu dulu.

Saya juga awalnya begitu. Sama sekali tidak tertarik pergi ke sana. Beberapa kesempatan, saya ke Museum Mpu Tantular, hanya di seputar Aula karena menghadiri suatu acara. Salah satu fasilitas memang Aula yang bisa disewa oleh masyarakat umum. Nah, beberapa waktu lalu, saya meyempatkan diri karena kewajiban sebagai seorang Ibu, menemani anak he he. Ternyata, saya sangat menikmati jalan-jalan saya hari itu.

 

 

Museum Mpu Tantular

Gapura

Dibandingkan tiket nonton film, tiket masuk ke museum hanya sepersepuluhnya saja. Yaitu untuk dewasa Rp. 4000,-  untuk anak-anak Rp. 3.000,-. Tuh kan murah pakai banget. Museum hanya buka di hari Selasa hingga Minggu.  Untuk hari Senin dan hari besar, ruang pameran tutup. Tapi jika membutuhkan informasi seputar acara budaya, kantor pelayanan tetap dibuka. Hari Selasa hingga Kamis, buka dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Hari Jum’at, Sabtu dan Minggu ditutup lebih cepat sekitar pukul 13.30 WIB

Museum Mpu Tantular resmi menempati lokasinya yang sekarang di Jalan Buduran Sidoarjo (sebelah barat Jembatan Layang Buduran), tanggal 14 Mei 2004. Sebelumnya berlokasi di Jalan Taman Mayangkara No. 6 Surabaya, yang sekarang menjadi Gedung Perpustakaan Bank Indonesia. Tempatnya sangat mudah dijangkau. Dari terminal Bungurasih hanya sekitar, 10 km. Kalau ditempuh dari pusat kota Surabaya sekitar 17 km. Bisa naik kendaraan pribadi atau angkot. Kamu tinggal melalui jalan raya utama yang membelah kota Surabaya, lurus ke  arah selatan. Ingat, jika sudah menemui Jembatan Layang Buduran, kamu harus melewati jalan di bawah, jangan naik ke jembatan yaa…

Di area museum yang luasnya sekitar 3,28 hektar, panca indra akan dimanjakan dengan berbagai macam artefak dan  benda bernilai sejarah. Mulai dari koleksi uang kuno, perhiasan, kendaraan kuno, alat-alat dari batu dan lain-lain. Di areal museum ada sekitar 12 unit bangunan.  Di pintu masuk kita akan disambut oleh sebuah joglo yang lumayan luas. Biasanya pengunjung memanfaatkannya untuk duduk-duduk melepas lelah, setelah berkeliling museum.

Kemarin saya menyusuri hampir ke semua bagian museum. Hanya saja, saya tidak sempat masuk ke Gedung Perpustakaan dan Gedung Pameran Tuna Netra karena  tutup. Inilah sekilas hasil cuci mata dengan benda-benda kuno.

Museum Mpu Tantular

Perpustakaan yang belum sempat saya singgahi.

Gedung Pameran Tetap (Gedung Majapahit)

Begitu masuk, mata saya dibuat terkagum-kagum oleh benda-benda kuno dari zaman prasejarah, dan senjata pusaka kuno dari zaman Majapahit, juga fosil beberapa hewan purba. Benda-benda itu disusun rapi dalam kotak kaca. Di sudut lain, ada benda-benda bersejarah berupa uang kertas kuno dari zaman ke zaman. Surat kuno yang di tulis di atas daun lontar, buku-buku kuno, alat komunikasi, dan sepeda kuno dari kayu yang ditata apik membuat pengunjung berdecak.

Museum Mpu Tantular

Meja informasi di bagian paling depan Gedung Pameran Utama

Museum Mpu Tantular

Koleksi Artefak

Museum Mpu Tantular

Pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati keindahan koleksi.

Museum Mpu Tantular

Demi keamanan, koleksi perhiasan dan senjata kuno di tempatkan di ruang                                                                                       berjeruji.

Museum Mpu Tantular

salah satu koleksi sepeda kuno dari kayu

Science Centre

Terletak di lantai dua Gedung Pameran Tetap. Inilah area favorit anak-anak, terutama usia SD hingga SMA. Seluas mata memandang lantai dua ini dipenuhi sekitar 42 buah benda koleksi ilmu pengetahuan. Ada teleskop, alat musik dari pipa paralon, katrol mini, cermin siku, juga alat peraga miniatur PLTA (pembangkit listrik tenaga air). Sayangnya ada beberapa alat yang fungsinya sudah tidak maksimal.

Museum Mpu Tantular

Ruang Science Centre yang luas

Museum Mpu Tantular

Sudut yang menarik untuk tempat belajar

Museum Mpu Tantular

Kerangka Ikan Paus Paruh Angsa

Galeri Von Faber

Nama galeri ini diambil dari nama pendiri pertama lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum cikal bakal Museum Mpu Tantular, seorang pria warga Surabaya yang berkebangsaan Jerman, Godfried Hariowald von Faber. Di galeri ini dipajang aneka benda-benda unik bernilai sejarah dan budaya tinggi. Seperti aneka ragam busana pengantin tradisional dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Ada busana pengantin tradisional Surabaya Pegon, Sumenep, Banyuwangi,  Ponorogo dan lain-lain. Disisi lain dipajang apik koleksi batik tulis, topeng, aneka alat rumah tangga dari keramik, juga alat-alat pertukangan dan pertanian tempo dulu. Tak ketinggalan ranjang-ranjang kayu antik dengan ukiran yang sangat menawan.

Museum Mpu Tantular

Tampak luar gedung galeri

Museum Mpu Tantular

Salah satu koleksi busana pengantin tradisional Jawa Timur

Museum Mpu Tantular

Koleksi batik

Setelah capek  berkeliling di tiga tempat itu, saya mencari tempat yang menarik lainnya. Aha! Di bagain agak ke belakang saya menemukan sebuah tempat yang memajang moda transportasi kuno dari masa ke masa. Mulai dari cikar, dokar, becak kayu, hingga mobil VW dan Jeep kuno. Tempat yang tepat  untuk yang suka selfi atau welfie. Berasa sedang berada di zaman baheula.

Museum Mpu Tantular

Koleksi moda transportasi umum

Pengunjung juga bisa melepas lelah di beberapa gazebo yang tersebar di berbagai sudut. Atau jika membawa balita, bisa beristirahat sambil menemani anak-anak bermain. Area bermain yang cukup teduh berada di belakang loket.

Museum Mpu Tantular

Arena bermain

Karena matahari sudah beranjak tinggi, saya segera menyudahi kunjungan. Saya menuju mushola untuk sholat Dhuhur. Sambil duduk-duduk di teras musholah, saya bisa memandang serombongan kijang dan kancil yang menghuni kandang persis di samping musholah.

Jadi tunggu apalagi. Jika kalian sedang berlibur di Surabaya, sempatkan berkunjung ke Museum Mpu Tantular. Sepulang dari sana, dijamin semakin tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap budaya bangsa sendiri.

Menikmati Wisata Budaya di Museum Mpu Tantular
4.4 (88%) 5 votes
(Visited 1,143 times, 2 visits today)


About

Mom Blogger. Suka belajar oret-oret bikin cerita bacaan anak. Penikmat makanan pedas, Pengagum Gunung. Demen incip-incip, mlaku-mlaku (apalagi kalo gratis he)


'Menikmati Wisata Budaya di Museum Mpu Tantular' have 10 comments

  1. October 9, 2015 @ 1:50 pm Rahmah Usman

    Wah ternyata bagian dalamnya bagus ya isinya…
    Saya termasuk orang yang suka museum
    Kapan-kapan deh mau ke sana…

    Reply

    • October 9, 2015 @ 3:11 pm Vanda Nur Arieyani

      Aku awalnya nggak tertarik mbak. Padahal sering kesana, cuma berakhir di aula. Ternyata menyenangkan jalan-jalan ke museum 🙂

      Reply

  2. October 9, 2015 @ 2:12 pm Eda Akbar

    mbaa… waktu masih di surabaya, aku trakhir ke sini pas SD ituu.. hahaha.. ternyata isinya masih sama yaaaa

    Reply

    • October 9, 2015 @ 3:16 pm Vanda Nur Arieyani

      Waktu SD berarti lokasinya masih di Mayangkara 6 Surabaya ya mbak Eda? Mungkin bedanya sekarang lokasinya lebih luas, jadi pengunjung lebih leluasa ya…. semoga setelah ini koleksinya jadi nambah hehe

      Reply

  3. October 9, 2015 @ 2:26 pm Dwi Puspita

    aku belum pernah kesini mbak Vanda..kapan2 ajak aku ya….

    Reply

  4. October 9, 2015 @ 2:36 pm Niar Ningrum

    Tempat nya makin bagus yaa, ini kalau jaman esema jadi tempat dolan kalau olahraga hahahah

    Reply

  5. October 12, 2015 @ 10:24 pm nining

    3,28 ha? wooow pantesan ya dipindah ke Sidoarjo ini museum, mgkn dikarenakan occupancy di tmp sebelumnya sdh nggak mencukupi ya mbak.
    btw ruang science centernya jembar bangeeeet

    Reply

  6. March 25, 2017 @ 7:16 pm nurul hidayah

    Jadi penasaran mbak.ingin tahu isinya.hari minggi buka ya mbak?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool