Jembatan Suramadu

Menikmati Gemerlap Malam ala Golden Gate di Jembatan Suramadu

Libur lebaran tahun lalu, adik-adik menghabiskan waktu untuk bersilaturahmi ke Surabaya. Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya di waktu arus mudik lebaran seperti itu tentunya membuat capek dan bête banget. Apalagi memikirkan harga tiket transportasi yang melambung tinggi. Tapi demi keinginan untuk bisa bersilaturahim, semua halangan dan rintangan diterjang. Pokok e bonek alias bondo nekat  ala supporter Persebaya.

Setelah rata bersilaturahim ke saudara-saudara, trus ngapain sudah jauh-jauh datang dari Jakarta ke Surabaya? Mosok cuma bengong sambil menghitung hari. Akhirnya kita pergi ke icon Surabaya, yaitu Kebun Binatang , madakno rupo haha. Setelah itu jalan-jalan kota-kota Surabaya. Adik-adik juga saya ajak menikmati wisata kuliner di Pazkul. Tapi masih belum puas juga rasanya. Trus saya mikir diajak kemana lagi ya? Kalau ngeMall sih sudah biasa.

‘Tring’! tiba-tiba tercetus ide untuk ke Madura lewat Jembatan Suramadu. Ngapain ke Madura? Ya ngak ngapa-ngapain, cuma mau melewati jembatan terpanjang di Indonesia itu. Panjangnya yang mencapai 5.438 m berhasil mengalahkan posisi Jembatan Pasopati di Bandung.

Duluuu… kalau mau pergi ke Madura, kita harus rela dan sabar antri menunggu kapal ferry yang mengangkut penumpang dari pelabuhan Tanjung Perak Ujung Surabaya. Belum lagi kalau laut lagi tidak bersahabat, kapal-kapal itu tidak berani jalan, dan kita harus semakin sabar. Padahal banyak sekali penduduk Madura yang mengais rezeki atau menuntut ilmu di Surabaya.

Kalau membaca sejarahnya, ternyata ide pembuatan jembatan ini  tercetus sejak lama, oleh Prof. Dr Sediyatmo di tahun 1960. Kemudian konsep itu baru disampaikan pada masa pemerintahan presiden Soeharto di bulan Juni 1986. Setelah melalui kajian-kajian panjang oleh tim yang diketuai Prof. BJ. Habibi,  ide ini baru direalisasikan saat pemerintahan presiden ke lima,  Ibu Megawati. Tepatnya di tahun 2003 dimulai peletakan batu pertama awal pembangunan Jembatan Suramadu. Setelah melewati masa 6 tahun pembangunan, tanggal 10 Juni 2009, Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Hmm… cukup panjang juga ya ternyata sejarahnya hingga kini bisa dinikmati. Biaya pembangunannya mencapai sekitar 4.5 trilyun rupiah. Wow!

gerbang tol sby kaskus.co.id

Jembatan Suramadu dari Pintu Gerbang sumber kaskus dot co dot id

Oke deh sekarang dilanjut cerita jalan-jalan ke Suramadunya ya… Karena saat itu hari sudah menjelang sore, kami memutuskan untuk cap cuz lagi setelah sholat Isya’ biar plong. Berangkatlah kami beramai-ramai dalam satu mobil. Jadi dalam mobil isinya diuntel-untel haha. Untunglah malam hari adem, dan suasana masih lebaran. Jadi jalanan kota Surabaya lumayan lenggang. Padahal biasanya, nggak pernah ada matinya jalanan di Surabaya.

Memasuki gerbang Suramadu, kami harus membayar Rp. 30.000,- untuk  kendaraan gol I. Jembatan ini juga menyediakan ruas khusus untuk kendaraan roda dua. Dulu dikenakan Rp. 3000,- untuk kendaraan roda dua, tapi kabarnya sekarang digratiskan. Sebaiknya hati-hati jika menggunakan kendaraan roda dua. Pakai atribut lengkap berkendara, sebab angin laut cukup keras menyambar. Biasanya di waktu cuaca tidak baik, ketika angin laut cukup kencang, kendaraan roda dua dilarang melewati Jembatan.

Setelah selesai urusan, langsung meluncur menembus kegelapan malam melewati jembatan yang membelah selat Madura. Karena malam hari kami hanya bisa melihat kerlip lampu-lampu yang memantul indah di permukaan air laut. Sengaja saya membuka jendela sedikit, merasakan hembusan angin beraroma laut yang kental.

IMG_8519

Dari kejauhan seperti kerlip bintang

Dari balik kaca mobil pandangan mata kami tak lepas kedepan. Tiang-tiang pancang yang menopang badan jembatan menjulang tepat di tengah jembatan. Bentang-bentang tiang yang mengantung, membuat saya berimajinasi sedang melewati Golden Gate di Sun Fransisco. Semakin lama terlihat semakin jelas. Tiang-tiang itu dipenuhi lampu yang menyala berganti-ganti warna. Kami seperti menembus lorong bercahaya pelangi.

kolase suramadu apik

Lorong Pelangi

Sampailah kami di ujung jembatan. Hanya sekitar 15 menit kita sudah berada di pulau Madura. Horee! Trus ngapain? Wong malam-malam nggak ada tujuan, masak cuma nyebrang trus balik lagi? Jangan khawatir. Di ujung jembatan, banyak warung-warung berjejer. Warung-warung itu menyediakan bermacam-macam camilan, juga minuman. Kami berhenti di sebuah warung yang lumayan besar. Rujak cingur, es degan, kain-kain batik  Madura, juga aneka ragam cenderamata juga dijual di sana.

IMG_8530

Dipilih dipilih harga berkisar 70 hingga 150 ribu

Abatik1

Ciri khas Batik Madura motif flora dengan warna ngejreng

Oh ya, yang harus diingat, kalau komunikasi dengan penjualnya sebaiknya pakai logat Surabaya, atau kalau bisa bahasa Madura lebih baik. Biar  nggak keblasuk  jadi dikasih harga murah haha. Kecuali makanan, beli-beli yang lain harus ditawar ya… biasanya saya kalau nawar langsung separuh atau sepertiga harga  haha *ibuk-ibuk kejam kekep dompet.

Setelah puas kongkow-kongkow, dan foto foto, kami bergegas masuk mobil. Kami kembali menikmati semilir angin laut dan kerlip lampu Suramdu menuju Surabaya.

kolase 1

Rombongan 😀

Dengan jembatan ini diharapkan pembangunan infrastuktur dan ekonomi di pulau Madura menjadi lebih maju lagi. Karena pulau Madura banyak menyimpan potensi ekonomi dan pariwisata yang memukau yang selama ini belum banyak dikenal oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya.  Jadi Kalau kamu lagi berlibur di Surabaya, jangan lupakan Jembatan Suramadu. Rugi pakai banget kalau sudah sampai di Surabaya belum pernah melewati Jembatan Suramadu.

RUTE KE SURAMADU

Sekitar 40 km dari Juanda International Airport, Surabaya via Tol Waru

Sekitar 24 km dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Surabaya via Jl. A. Yani

Sekitar 11 km dari Tugu Pahlawan, Surabaya via Jl. Pasar Besar

Sekitar 15 km dari Stasiun Gubeng, Surabaya

Menikmati Gemerlap Malam ala Golden Gate di Jembatan Suramadu
5 (100%) 2 votes
(Visited 655 times, 1 visits today)


About

Mom Blogger. Suka belajar oret-oret bikin cerita bacaan anak. Penikmat makanan pedas, Pengagum Gunung. Demen incip-incip, mlaku-mlaku (apalagi kalo gratis he)


'Menikmati Gemerlap Malam ala Golden Gate di Jembatan Suramadu' have 17 comments

  1. October 23, 2015 @ 11:52 am @nurulrahma

    Madura oye tenan mak.
    Es lilin mak Vanda juga oyeee 🙂

    Reply

    • November 13, 2015 @ 12:57 pm Vanda Nur Arieyani

      Madura oh Madura… kalau lolos jadi propinsi sendiri nih Madura mbak Nurul 🙂 Es Lilin nanti aku ekspor ke Madura 😀

      Reply

  2. October 23, 2015 @ 11:55 am Niar Ningrum

    Poto ne cakep bingit mak e vanda, mbok yoo jalanw malam klewat suramadu jarang, besok2 mau aah tpi serem kalau naik motor yaa

    Reply

  3. October 23, 2015 @ 12:32 pm Dwi Indah Nurmaturrokhmah

    Rumahku deket situ mak Vanda. Mampir lah kapan-kapan…

    Reply

  4. October 23, 2015 @ 12:56 pm Dwi Puspita

    wah..jembatannya bener2 bagus bener nih kalo malam hari..sayang sekarang lampu jembatannya udah mati T_T

    Reply

    • November 13, 2015 @ 1:07 pm Vanda Nur Arieyani

      Mudah-mudahan sudah diperbaiki ya mbak Dwi 🙂 Sayang kalau keindahannya tidak bisa dinikmati

      Reply

    • March 15, 2017 @ 9:56 pm Carly

      Jeudi 6 décembre 2012 :Zone euro : la croissance fortement revue à la baisse en 2013, d’après la BCE : chute de 0,3%.La Banque centrale européenne a déclaré jeudi s’attendre désormais à une contraction du Produit intérieur brut (PIB) en zone euro en 2013, prenant acte de l&qcouo;acsélératirn de la dégradation de l’économie dans la région, qui est entrée en récession au troisième trimestre.La BCE prévoit une contraction de 0,3% en 2013, alors qu’elle tablait encore sur une croissance de + 0,5% en septembre. Pour 2012, la BCE prévoit un recul du PIB de 0,5%, un chiffre révisé en légère baisse (- 0,4% dans sa prévision de septembre).

      Reply

  5. October 23, 2015 @ 1:59 pm Rahmah

    Waktu ke sana tak seindah kini
    Hmmm… kapan ya bisa JJS lagi ke Suramadu?

    Reply

  6. October 23, 2015 @ 2:27 pm Ria Rochma

    Aku belum pernah ke madura malam, jadinya belum pernah ngerti jembatan ini pas malam hari

    Reply

  7. October 23, 2015 @ 9:18 pm Nining

    Ini jembatan keliatan pas kmrn mael di rooftop, pgn beli Bebek Sinjay jadinya *elooooh

    Reply

  8. October 24, 2015 @ 8:54 pm anissa novita

    pengen kesana apalagi kalo diongkosin :p

    Reply

  9. October 25, 2015 @ 9:16 am bay

    kalau poto dari kejauhan katanya lebih bagus

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool