Kini, Menikmati Bebek Sinjay Tak Perlu Menyeberang Selat Madura

Nasi Bebek adalah salah satu kuliner kesohor di Surabaya. Belum disebut mengunjungi Surabaya jika Anda belum mencicipi menu Nasi Bebek. Aneka hidangan Nasi Bebek ditawarkan oleh para pemilik usaha kuliner, Anda tingal pilih yang sesuai dengan selera. Daging bebek yang cenderung alot dan berbau anyir, disulap menjadi masakan yang nikmat dan bikin ketagihan oleh para pengusaha kuliner itu.

Salah satu primadona sajian olahan bebek adalah Bebek Sinjay, yang namanya sangat ngeHits dan hampir terkenal di seantero Nusantara. Awalnya saya juga sangat  penasaran dengan nasi bebek yang satu ini. Bagaimana tidak? Di awal-awal warung ini berdiri sekitar tahun 2003 hampir semua orang disekitar saya membicarakannya. Dan yang lebih membuat saya bête, untuk makan nasi bebek ini, kita harus bersusah payah menyeberang lautan, naik kapal ferry menuju Bangkalan Madura.

Sebagai salah satu pecinta Nasi Bebek  dan penikmat makanan pedas, ini sebuah tantangan tersendiri. Saat teman kantor ada urusan ke Madura, saya sempat titip, tapi dia pulang dengan tangan hampa, katanya kesiangan dan si Bebek Sinjay sudah ludes. Bikin semakin penasaran saja.

Suatu hari saat ada acara ke Madura, saya menyempatkan mampir. Penasaran tingkat bidadari pokoknya. Untung saat itu sudah ada Jembatan Suramadu. Meskipun jika dari arah pintu keluar Suramadu jaraknya lumayan masih jauh sekitar 20 menit berkendara, dibandingkan jika menyeberang memakai kapal. Jika Anda memutuskan makan di Madura, siapkan stok sabar yang cukup banyak. Karena dari mulai antri hingga  menikmati makan sepiring nasi bebek, bisa membutuhkan waktu 1 jam bahkan bisa lebih. Saran saya, sebaiknya Anda kesana jangan saat weekend, dan jangan saat perut lapar berat. Karena Anda harus mempunyai stok sabar lebih banyak :D.

Nasi Bebek Sinjay

Antrian yang bisa bikin frustasi 😀 sumber surgakuliner dot com

Jika di tempat makan umumnya, konsumen pesan makanan, menikmati sampai ludes baru totalan dibelakang. Di Bebek Sinjay konsumen harus melalui tahap memesan, lalu bayar dulu,  mengambil pesanan, kemudian baru bisa menikmatinya.

Kini, bagi penggemar Nasi Bebek Sinjay, termasuk saya tentunya bisa tersenyum lega. Kenapa? Sekarang Bebek Sinjay sudah membuka cabang di Surabaya. Dan lebih bahagia lagi saat menjemput  sekolah, saya melihat tulisan merah dengan dasar kuning menyala “Bebek Sinjay” di Jalan Ponti 3  Sidoarjo. Hwaaa… bakalan sering mampir ini.

Nasi Bebek Sinjay

Pasangan yang pas

Nasi Bebek Sinjay

Kemasan kalau mau dinikmati di rumah

Sebenarnya apa sih keistimewaan Bebek Sinjay? Kalau menurut saya sih keistimewaannya ada di sambel pencitnya (pencit a.k.a mangga muda) yang rasanya cukup nendang, sukses bikin mulut berdesis, dan keringat menetes. Meskipun potongan bebeknya lebih kecil dibandingkan dengan nasi bebek lain, tapi perpaduan rasa gurih, empuk, dengan daging minim lemak  dan tidak bau anyir itu juga menjadi kelebihannya. Nasi hangat yang pas empuknya, ditambah taburan kremes juga  semakin bikin ketagihan. Menu yang ditawarkan juga hanya satu jenis Nasi Bebek, tidak ada pilihan menu lainnya.

Saya sempat ngobrol dengan mas-mas pramusaji yang cukup ramah (ini berlaku di Surabaya dan Sidoarjo ya sodara, kalau di Madura bakalan dijutekin karena Mas dan Mbaknya repot maksimal)  ternyata kata Sinjay bukan bahasa Madura, tapi dari Bahasa Arab artinya ‘Ilham‘ hoho baru tahu saya. Dan yang mengelola masing-masing cabang masih kerabat, kakak, adik pemilik Bebek Sinjay Madura. Para pramusaji juga khusus diimpor dari Madura dan masih kerabat. Bisa dilihat dari logat mereka yang memang Madura banget.

Nasi Bebek Sinjay

Mas-mas yang kemarin jadi teman ngobrol di cab A.Yani Surabaya. Skalangkong ya mas 🙂

Nasi Bebek Sinjay

Penampilan kru Bebek Sinjay cab. Sidoarjo

Oh ya… yang perlu dicatat lagi, harga di masing-masing cabang ternyata tidak sama. Di Surabaya, satu porsi nasi bebek jika dibungkus tanpa minum dibandrol Rp. 22.000, tapi di Sidoarjo Rp. 24.000. Plus minum satu paket Rp. 29.000. Waktu saya cerewet tanya, kata masnya sih karena sewa tempat dan pajak yang dikenakan di Sidoarjo lebih mahal. Kalau masalah tempat memang di Sidoarjo lebih luas dan lebih nyaman.

Nasi Bebek Sinjay

Bebek Sinjay Sidoarjo, cukup bersih dan luas

Nasi Bebek Sinjay

So, bagi Anda yang sedang berlibur di Surabaya, atau sekadar melintasi Surabaya  nggak ada salahnya untuk mampir dan mencicipi kuliner yang satu ini. Dijamin bakal kangen dan ketagihan pingin balik deh. Anda tinggal pilih, mau menikmati makan Bebek Sinjay di tempat asalnya dengan proses rumit dan sensasi antri yang menguji kesabaran, atau makan dengan tenang nggak pakai lama di cabang-cabang yang ada. Dan ternyata saking ngeHitsnya Bebek Sinjay buka cabang juga di Jakarta. Selamat menikmati perpaduan gurih, pedas, dan asamnya Bebek Sinjay.

Pusat : Jl Raya Ketengan no 45 Telpon 031-3099574 Bangkalan Madura

Cabang Bebek Sinjay :

Kaza City Lt. 3 Blok B No. 5, Jalan Kapas Krampung No. 45

Ruko Pertokoan Baru di Jl. A.Yani No. 166. Surabaya, seberang Taman Pelangi

Jalan Raya Ponti No 3  Lingkar Barat Sidoarjo sebelah GOR Sidoarjo

Karanglo Malang di Jl. Perusahaan No. 16, Malang

Jalan Palagan Trip By Pass Pandaan, Pasuruan

Pondok Gede, Jalan Raya Jatiwaringin No. 181, Bekasi, Jawa Barat

Kini, Menikmati Bebek Sinjay Tak Perlu Menyeberang Selat Madura
4 (80%) 2 votes
(Visited 1,423 times, 1 visits today)


About

Mom Blogger. Suka belajar oret-oret bikin cerita bacaan anak. Penikmat makanan pedas, Pengagum Gunung. Demen incip-incip, mlaku-mlaku (apalagi kalo gratis he)


'Kini, Menikmati Bebek Sinjay Tak Perlu Menyeberang Selat Madura' have 6 comments

  1. October 30, 2015 @ 10:07 pm bay

    tapi kalau tidak menikmati langsung ditempat aselinya kurang afdol

    Reply

    • November 13, 2015 @ 12:50 pm Vanda Nur Arieyani

      Silakan mas kalau mau beribet dan mengantri ria hihi itu salah satu sensasinya.

      Reply

  2. October 31, 2015 @ 10:43 am Nining

    seumur2 baru sekali nyobain ini bebek, itupun dibungkusin pas org kantor abis survei di Madura…hihihi katrok yak aku mba 😀

    Reply

    • November 13, 2015 @ 12:54 pm Vanda Nur Arieyani

      Hihihi emang sih kalau makan di Bebek Sinjay Bangkalan, butuh perjuangan lebih.

      Reply

  3. November 4, 2015 @ 10:09 am Nurul Rahmawati

    Aku pernah makan yg di Pandaan (deket taman dayu)
    IMHO, rasanya enggak se-enak yang di Bangkalan.
    Kalo yg Ahmad Yani ini blom nyoba siiih 🙂

    Reply

    • November 13, 2015 @ 12:55 pm Vanda Nur Arieyani

      Mungkin sensasi antri dan lapar yang sangatnya itu mbak Nurul yang bikin lebih enak 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool