Tempat Kelahiran Soekarno

Kampung Peneleh Surabaya: dari Lahirnya Sang Putra Fajar Hingga Kediaman Guru Bangsa

Masih ingatkah kita saat jagat dunia maya gonjang-ganjing diakibatkan oleh bapak presiden Joko Widodo salah menyebut Kota Blitar sebagai tempat kelahiran Soekarno? Well, akhirnya aku berkesempatan mengunjungi tempat kelahiran Soekarno yang asli. Tepatnya di Jalan Pandean IV no. 40, Kelurahan Peneleh, Kota Surabaya.
Soekarno lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Pada saat Soekarno dilahirkan, keluarganya memang hidup berpindah-pindah tempat tinggal sehingga waktu itu sang ayah, Raden Soekemi, mengontrak sebuah rumah di kawasan Pandean. Masa kecil Soekarno tidak lama dihabiskan di sana karena keluarganya berpindah tempat tinggal lagi. Baru semasa remaja Soekarno kembali ke Surabaya, tepatnya di Kampung Peneleh, di kediaman HOS Tjokroaminoto.

Rumah kelahiran Soekarno ini ditemukan oleh Pemkot Surabaya pada tahun 2007 dengan bantuan Institut Soekarno dan beberapa hasil kajian sejarah. Akhirnya pada tahun 2013 rumah tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya dan dipasang plakat emas sebagai penanda.

Sayangnya, keadaan rumah bersejarah itu sama sekali tak terawat. Cat tembok yang berwarna putih pun tampak kusam, begitu pula dengan kusen kayu biru yang terlihat lusuh.

Rumah kelahiran Soekarno

Rumah kelahiran Soekarno

Usut punya usut, rumah ini masih menjadi milik perorangan. Pemiliknya yakni Jamilah, pernah ditawari untuk menjual rumahnya pada Pemkot Surabaya agar dapat dimaksimalkan sebagai tempat wisata. Awalnya Jamilah setuju dengan penawaran harga sebesar 400 juta rupiah. Namun karena ada campur tangan warga, mereka malah meminta seharga 2 milyar. Ulala~~
Bagi kamu yang penasaran dan ingin melihat langsung rumahnya, datang saja ke kawasan yang dijuluki Kampung Soekarno ini. Lokasinya tidak jauh dari Makam Belanda Peneleh dan terdapat spanduk di samping gapura sebagai petunjuk. Oya, kamu pun bisa berfoto di depan tembok yang dihiasi mural ala Kampung Soekarno, lho.

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” –Ir. Soekarno

Selanjutnya tidak jauh dari Pandean, aku bertolak menuju rumah Haji Oemar Said alias HOS Tjokroaminoto yang terletak di Jalan Peneleh VII no. 29 – 31, Kelurahan Peneleh, Surabaya. Rumah ini memiliki nilai historis yang amat tinggi karena selain menjadi kediaman seorang guru bangsa yang mendirikan Sarikat Islam, juga pernah menjadi indekos bagi para pelajar Hogere Burgerlijks School (HBS) yakni Soekarno, Kartosoewirjo, Semaun, Muso, dan Alimin. Bagi yang masih ingat dengan pelajaran sejarah, tentu nama-nama tersebut amat familiar ya. Usai bangsa Indonesia merdeka, kesemuanya muncul membawa ideologi masing-masing.

Rumah HOS Tjokroaminoto

Rumah HOS Tjokroaminoto | credit: ceritasby[dot]com

Rumah berukuran 9 x 13 meter ini sempat ‘hilang’ dari pengamatan sejarah. Baru pada tahun 1996, rumah ini ditemukan oleh salah seorang putri Soekarno, yaitu Sukmawati. Ia mengetahui keberadaan rumah tersebut setelah membaca autobiografi sang bapak.

peneleh

peneleh
Rumah ini sehari-harinya dikunci untuk menjaga keamanan barang-barang dan kebersihan tempatnya. Kunci rumah HOS Tjokroaminoto kini dipegang oleh ketua RT setempat yaitu Pak Eko Hadi Ratno. Bila ingin meminjam kunci untuk memasuki rumah ini, alangkah baiknya datang secara berombongan. Kalau nggak kepengen ribet, datang saja sewaktu ada acara di rumah tersebut. Biasanya pada Hari Kesaktian Pancasila, rumah ini pun kerap ramai dikunjungi karena pernah menjadi bagian sejarah PKI (perlu diketahui, Muso adalah pimpinan PKI).

Pak Eko ini bisa jadi guide juga loh. Pengetahuannya tentang sejarah amat luas. Beliau bahkan bisa menjelaskan sejarah rumah HOS Tjokroaminoto secara detil. Orangnya baik hati loh, tidak pernah meminta pungutan. Tapi menurutku, alangkah baiknya kalau bisa memberi oleh-oleh pada beliau sebagai tanda terima kasih. 🙂

Eko Hadi Ratno

Pak RT, Eko Hadi Ratno

Kebetulan sekali sewaktu aku berkunjung ke sana, pintu rumah HOS Tjokroaminoto terbuka lebar dikarenakan sedang dilakukan pengecatan sebagai bentuk pelestarian cagar budaya. Jadi aku bisa masuk dan mengambil foto di dalamnya deh. Tau gak sih, berada di dalam rumah ini tuh rasanya merinding. Rasanya kayak ada suatu energi yang tersembunyi. Entah karena rumah ini menyimpan sejarah yang amat besar atau karena sesuatu. Duuh, andaikan punya mesin waktu, pengen deh menengok keadaan rumah ini pada jamannya.

Rumah HOS Tjokroaminoto ternyata berlantai 2 loh. Asiknya, kita bisa menengok keadaannya karena tersedia tangga menuju ke sana. Ternyata lantai 2 ini bentuknya seperti loteng. Langit-langitnya tidak begitu tinggi dan lantainya terbuat dari kayu. Menurut sumber, tempat ini dulunya dipakai sebagai kegiatan spiritual.

Rumah HOS Tjokroaminoto

Ruang tamu

Rumah HOS Tjokroaminoto

Lorong di bagian tengah rumah

Nah buat kamu yang dari Jakarta ke Surabaya atau dari kota lainnya, sempatkanlah untuk mampir ke sini. Ingat, jas merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Untuk menemukan gang tempat ini berada cukup mudah kok. Letaknya berseberangan dengan Jembatan Peneleh dan ada papan petunjuk kediaman HOS Tjokroaminoto.

Pssst, buat yang belom tau, Maia Estianty (musisi, salah satu personel Duo Maia yang merupakan mantan istri Ahmad Dhani) merupakan cicit HOS Tjokroaminoto dari garis ayah, yakni Prof. Haryono Sigit yang pernah menjabat sebagai rektor ITS periode 1982 – 1986. Maia juga merupakan keponakan dari Mohamad Suleman Hidayat, Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada susunan Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 (2009 – 2014).

“Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.” –HOS Tjokroaminoto

Kampung Peneleh Surabaya: dari Lahirnya Sang Putra Fajar Hingga Kediaman Guru Bangsa
5 (100%) 4 votes
(Visited 709 times, 1 visits today)


About

Perempuan pengacara alias pengangguran banyak acara. Takut gemuk tapi hobi makan. Bangga pernah ketemu dan foto bareng dengan idola, Kevin Aprilio.


'Kampung Peneleh Surabaya: dari Lahirnya Sang Putra Fajar Hingga Kediaman Guru Bangsa' have 14 comments

  1. October 8, 2015 @ 3:02 pm Eda Akbar

    ikaaaa… ini deket banget dari rumahku, tapi aku belum pernah ke sana cobaaaaa :))

    Reply

    • October 8, 2015 @ 3:10 pm Hilda Ikka

      Eaaa~ Ayo Emak-emak tour bareng ke sana 😀

      Reply

      • October 8, 2015 @ 3:51 pm @nurulrahma

        Cihuy banget dirimu deeeek.
        Moga bisa ke Jepang yak, aamiiin 🙂 –> komentar salah tempat hahahaha

        Reply

        • October 8, 2015 @ 6:33 pm Hilda Ikka

          Semua kontributor di sini mah cihuy-cihuy Mbak
          Amin ya Allah.. Terimakasih

          Reply

  2. October 8, 2015 @ 3:17 pm Dwi Puspita Nurmalinda

    rumahnya kaya zaman dulu ya Ikka…ingat rumah dikampung jadinya 🙂

    Reply

    • October 8, 2015 @ 6:36 pm Hilda Ikka

      Iya Mbak, apalagi rumah model begitu jarang. Malah daya tariknya yang paling gede (soalnya bagian luarnya masih terawat).

      Reply

  3. October 8, 2015 @ 9:56 pm Rahmah Usman

    Suka sekali dengan tempat-tempat seperti ini.
    Ajak-ajak dunk, Mbak…

    Reply

    • October 13, 2015 @ 9:41 am Hilda Ikka

      Ayok bikin tour khusus buat blogger 😀

      Reply

  4. October 9, 2015 @ 12:23 am Niar Ningrum

    Beneran ada unsur magis nya gtu, nampak sesuatu ngak ika??

    Serius maia estianti masih garia keturunan org hebat, pantesan skrg dilihat hebat juga tanpa embel2 nama suami nya yaa #malah gosiiippp

    Reply

    • October 13, 2015 @ 9:45 am Hilda Ikka

      Magisnya itu yaaa gitu deh. *nggak bisa ngerasain hahaha *tapi yang punya kelebihan keknya bakal peka

      Makanya ya nggak heran kalo Maia Estianty kepribadiannya sip. Turunannya hebat!

      Reply

  5. October 9, 2015 @ 7:36 am VandaArie

    Pernah ngikuti liputannya di TV. Ayo kalau mau tour bareng-bareng ke kampung peneleh ajak aku yaa… Ika 🙂

    Reply

    • October 13, 2015 @ 9:47 am Hilda Ikka

      Iya Mbak, enak rame-rame. Yuk kapan-kapan. 🙂

      Reply

  6. October 20, 2015 @ 9:29 am Naqiyyah Syam

    waaah jadi pengen ke Surabaya loh, makasih ya liputannya

    Reply

  7. December 27, 2016 @ 12:06 pm sultan fh

    Hari & Jam Operasional :
    Selasa – Minggu : 09.00 – 16.00

    Hari Senin/ diluar jam operasional bisa menghubungi Pak Eko +6281230866658
    +6285606066658

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool