Batik Kediri

Joglo Batik Suminar, Batik Kebanggaan Kediri

“Meeting minggu depan di luar kantor aja ya, dress code-nya batik.”

Yeeaaayyy …. Akhirnya meeting gak melulu pake uniform, pake batik bisa keliatan lebih fresh dan fashionable. Ciyeeee  … yang dapet batik baru …

Batik Kediri

Salah satu motif Batik Suminar

Kalau dulu batik itu identik dengan para orang tua, sekarang balita pun banyak yang berbatik. Fashion batik juga berkembang tak hanya untuk baju saja. Sepatu, tas, dompet dan aksesoris juga ada yang berbahan batik.

Dan beberapa minggu lalu saat pulang kampung, saya sempatin jalan-jalan ke Kediri. Selain mengunjungi monumen Simpang Lima Gumul yang arsiteknya mirip monumen di Perancis, saya pun mengunjungi pengrajin batik di Pare – Kediri yang lokasinya sekitar 15 menit dari Simpang Lima Gumul ke arah utara atau Surabaya.

Di sini ada pengrajin batik khas Kediri yang mulai membuat batik di tahun 1992 dan terkenal dengan sebutan Batik Suminar. Suminarwati Sundoro owner dan creator di Joglo Suminar Batik, sebelum fokus memproduksi batik, dirinya mendirikan butik yang khusus berjualan batik sejak tahun 1984. Kecintaannya pada batik membuatnya bertekad untuk menciptakan berbagai motif batik yang menjadi ciri khas batik Kediri.

Batik Kediri

Joglo Suminar Batik

Setelah menekuni dan mempelajari batik yang beredar di Indonesia, Suminar panggilan akrabnya menggunakan ciri khas motif bolleches atau yang dalam bahasa Belanda disebut dengan titik-titik. Hampir semua motif dari batik Suminar memang selalu ada titik-titiknya dan titik-titik ini mempercantik motif utama.

Sebagai seorang pembatik yang memahami teknik menjahit, dalam membuat motif batik pensiunan PNS Kediri ini membuat sedemikian rupa sehingga bila kain batik itu dijahit menjadi baju tidak akan merusak motifnya. Merusak di sini artinya motifnya terpotong atau terbuang, karena itu saat membuat desaignnya motif ini sudah disesuaikan untuk bagian lengan, badan belakang dan depan. Dengan begitu saat dijahit menjadi baju motifnya akan tetap utuh.

Batik-batik yang tersedia di Joglo Batik Suminar Kediri:

  1. Batik Tulis

Batik ini dalam proses pembuatannya pembatik menggambar motifnya dengan menggunakan canting semacam pensil yang ujungnya seperti ada kantung tempat malam yang telah dicairkan dan menyambung pada kantung ini ada lubang kecil memanjang seperti kail sebagai tempat jalannya malam. Untuk menghindari kesalahan dalam menorehkan malam, motif batik sebelumnya digambar pada kain dengan menggunakan pensil.

  1. Batik Cap

Hampir sama dengan batik tulis, bedanya untuk batik cap ini menggambar motifnya menggunakan plat seperti stempel. Caranya stempel ini dicelupkan ke dalam cairan malam kemudian ditempelkan pada kain yang ingin diberi motif.

  1. Batik Printing

Dikenal juga dengan batik sablon, proses pembuatannya mengadopsi teknik sablon pada kaos atau spanduk. Pada batik printing bagian kain yang disablon hanya satu sisi saja, sehingga motif batik seperti ini lebih cepat pudar. Dari segi harga dibanding dengan jenis batik lainnya batik printing terbilang paling murah.

Batik Kediri

Suminar sedang membuat pola batik

Saat berkunjung ke Joglo Batik Suminar beberapa waktu lalu, saya mendapat cerita bagaimana kain mori putih diproses menjadi batik yang cantik dan berkualitas. Pertama-tama kain mori ini digambari pola supaya saat menggoreskan malam bisa teratur dan rapi sesuai dengan motif yang diinginkan. Setelah gambarnya siap baru ditorehkan malam yang sudah dicairkan. Alat untuk menorehkan malam ini biasa disebut canting.

Untuk batik cap tidak perlu menggunakan pola karena sudah ada pola pada platnya jadi tinggal dicelupkan ke dalam cairan malam lalu ditempel ke kain mori. Setelah proses membatik selesai, tahapan selanjutnya adalah pewarnaan. Ada dua jenis zat pewarna yang bisa digunakan yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis.

Sebelum diberi warna, kain direndam dulu dengan cairan naptol agar warna bisa menempel dengan sempurna. Berikutnya kain dimasukkan ke dalam zat pewarna sambil dibolak-balik agar merata, lalu didiamkan sekitar 15 menit baru diangkat dan diangin-anginkan di tempat teduh, tidak diperkenankan terkena sinar matahari langsung. Pencelupan warna ini diulang minimal tiga kali setelah kain kering.

Agar warna melekat kuat pada kain dilakukan proses fiksasi atau biasa disebut mengunci warna. Ada tiga bahan yang bisa digunakan untuk mengunci warna yaitu air kapur, tawas dan tunjung. Masing-masing bahan ini akan memberikan efek yang berbeda pada warna. Bila fiksasi dengan air kapur wrana yang dihasilkan cenderung lebih tua,sedangkan tawas akan membuat warna jadi lebih muda dan tunjung akan menjadikan warna cenderung pekat. Caranya adalah dengan merendam kain yang sudah diwarna ke dalam cairan fiksasi selama kurang lebih 10 menit kemudian dicuci bersih dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Batik Kediri

Proses pengeringan dengan cara diangin-anginkan

Setelah semua proses selesai, terakhir adalah menghilangkan lilin secara keseluruhan dari kain, karena malam yang digunakan untuk membatik mengandung lilin, masyarakat umum juga menyebutnya dengan lilin lebah madu. Proses akhir ini disebut nglorod, mbabar atau ngebyok, dimana kain yang sudah dibatik dan diwarna setelah dikunci warnanya dimasukkan ke dalam air mendidih yang sudah diberi obat berupa waterglass atau soda abu. Kemudian kain batik dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, sekali lagi hindari sinar matahari langsung.

Untuk merawat batik itu sendiri agar warnanya tidak cepat pudar Suminar menyarankan untuk tidak menggunakan detergen saat mencuci tapi menggunakan biji klerak, namun bila sulit menemukannya bisa mencucinya dengan shampoo.

Dari sekian banyak proses yang dilalui oleh batik Suminar, wajar bila harga kain batik lebih mahal dari kain textile lainnya. Di Joglo Suminar Batik harga batik dipatok mulai Rp. 90 ribu hingga Rp. 350 ribu, untuk beberapa item customize harganya menyesuaikan.

Batik Kediri

Gaun Batik

Bagi EzyTraveler yang ingin berkunjung ke sini Joglo Suminar Batik beralamat di Jl. K.H Dewantara 74A Sekoto, Badas, Pare, Kabupaten Kediri. Dari RSUD Pelem, Tugu Garuda ke utara ± 2 KM. Kalau dari Surabaya naik bus ke Kediri yang lewat Pare turun terminal kemudian naik angkot turun di RSUD Pelem, dari sini tinggal naik ojek ke Joglo Batik Suminar. Kalau dari arah Tulungagung, bisa langsung naik bis ke Surabaya yang lewat Pare turun di RSUD Pelem terus naik ojek. Gampang kan?

Lebih mudah lagi bila menggunakan kendaraan pribadi dari RSUD Pelem lurus aja ke utara mentok ketemu pertigaan lalu belok kanan, jalan pelan lokasinya sekitar 25 meter dari pertigaan ini sebelah kiri jalan.

Joglo Batik Suminar, Batik Kebanggaan Kediri
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,021 times, 1 visits today)


About

cat lover, coffee addicted, life with a sweetheart


'Joglo Batik Suminar, Batik Kebanggaan Kediri' have 4 comments

  1. November 3, 2015 @ 9:02 pm Rahmah

    Bagus-bagus motifnya, ya..

    Reply

  2. November 4, 2015 @ 10:08 am Nurul Rahmawati

    Batiknya oye. Harganya juga terjangkau ya kan mba?

    Reply

    • November 4, 2015 @ 10:28 am Entas Suliana

      terjangkau banget apalg kl mengingat disini semua motif tidak diproduksi scr massal

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool