Jembatan Merah Surabaya

Jembatan Merah Surabaya, Bangunan Legendaris Jadi Saksi Bisu Sejarah

Bicara soal Surabaya, tentu tidak akan terlepas pada kaitannya dengan sejarah. Dan tidak lama lagi, 10 November menjadi hari paling dinanti bagi kota Pahlawan ini. Hari dimana ingatan kita semua kembali dibawa ke masa lalu. Masa dimana para pejuang Surabaya harus bertempur mati-matian melawan tentara Inggris.

Jembatan Merah Surabaya

Jembatan Merah Surabaya Tempo Doeloe

Dan masih ingatkah kita, bahwa pertempuran tersebut sejatinya diawali oleh kesalahpahaman semata. Ya, ketika itu terjadi insiden baku tembak yang ternyata menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby dan memicu amarah Inggris. Posisi tewasnya Mallaby ini sendiri adalah berada di dekat Jembatan Merah Surabaya dan gedung Internatio. Setelah tewasnya Mallaby inilah kemudian terjadi pertempuran antara Indonesia dan Inggris, 10 November 1945, yang sejatinya Indonesia telah meraih kemerdekaannya.

Korban, baik tentara Indonesia maupun tentara Inggris, yang berjatuhan pada pertempuran tersebut terbilang sangat banyak. Warga Surabaya benar-benar mengerahkan seluruh daya upaya agar tetap mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih Indonesia. Lebih kurang 16.000 tentara Indonesia gugur dalam perlawanan. Sedangkan jumlah tentara Inggris diperkirakan 200.000 jiwa. Dengan banyaknya korban tersebut inilah yang memicu nama Jembatan Merah Surabaya. Disebut dengan kata warna “merah” karena banyaknya pertumpahan darah dengan jumlah korban jiwa yang sudah disebutkan sebelumnya.

Jembatan Merah Surabaya

Kini, Jembatan Merah Surabaya masih berdiri kokoh. Saksi sejarah yang akan selalu membisu namun mampu membawa kita mengenang masa bahwa arek-arek Suroboyo begitu gigihnya mempertahankan wilayah Indonesia. Apalagi dibantu dengan tokoh-tokoh berpengaruh pada masa itu, seperti Bung Tomo, K.H. Hasyim Asy’ari dan lain-lain.

Sejenak berada di dekat Jembatan Merah Surabaya ini memang seperti jembatan pada umumnya. Polesan cat berwarna merah dan kerlip lampu ketika di malam hari yang menambah sedikit perbedaan dengan jembatan lainnya. Jembatan berwarna merah ini pun bisa dijadikan background bagi yang ingin melakukan pre-wedding. Dengan bertemakan pernikahan history, pasti akan lebih menarik. Hanya saja, perlu waktu yang pas untuk mengambil gambar di lokasi jembatan legendaris ini. Soalnya kadang terjadi kemacetan karena sudah semakin padatnya penduduk kota Surabaya.

Peta Jembatan Merah Surabaya

Untuk ke lokasi bangunan ini berdiri kokoh pun tidaklah sulit. Sebab, jembatan ini menghubungkan dua jalan, yaitu Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun. Posisinya yang melintasi Sungai Kalimas ini pun dulu menjadi pusat perdagangan VOC. Jadi wajar jika sampai sekarang di sekitar jembatan ini pun masih terlihat aktivitas perdagangan. Salah satu pusat grosir yang berada di sekitar jembatan ini pun diberi nama Jembatan Merah Plaza, sering disebut dengan JMP saja. Hotel dekat jembatan merah plaza surabaya ini pun banyak dapat dijumpai. Bahkan bisa menjangkaunya hanya dengan berjalan kaki dari jembatan yang penuh kenangan sejarah ini.

Rute ke Jembatan Merah Surabaya

  • ±5 km dari Stasiun Gubeng Surabaya
  • ± 24 km dari Terminal Purabaya-Bungurasih (via Jl. Tol Surabaya – Gempol)
  • ± 36 km dari Juanda International Airport, Sidoarjo (via Jl. Tol Waru – Juanda dan Tol Surabaya – Gempol)

Situasi Jembatan Merah Surabaya

Sebagai saksi bisu sejarah, jembatan ini pun tak meluputkan Gesang untuk mengabadikannya dalam sebuah lagu yang berjudul “Jembatan Merah”. Masih ada yang ingat nggak dengan liriknya? Kalau ragu, ini saya tuliskan juga biar semakin cinta dengan Surabaya ^_^

Lirik Lagu “Jembatan Merah”

(Cipt. Gesang)

Jembatan merah sungguh indah

berpagar gedung megah

Sepanjang hari yang melintasi

silih berganti


Mengenang susah hati patah

ingat jaman berpisah

Kekasih pergi sehingga kini

belum kembali


Biar jembatan merah

seandainya patah akupun bersumpah

Akan kunanti dia disini

bertemu lagi

***

Eits… sudah ya! Nggak usah “baper” ya dengan kata-kata dalam lirik lagunya, hehe… Yuk, kita jalan-jalan ke Jembatan Merah Surabaya lagi!

Jembatan Merah Surabaya, Bangunan Legendaris Jadi Saksi Bisu Sejarah
4.9 (98.57%) 14 votes
(Visited 1,892 times, 1 visits today)


About

A Mom Blogger yang suka nulis dan postcrossing, tidak menolak diajak traveling dan sangat suka dengan cokelat. Owner http://chemistrahmah.com


'Jembatan Merah Surabaya, Bangunan Legendaris Jadi Saksi Bisu Sejarah' have 9 comments

  1. November 2, 2015 @ 11:45 am Dwi Indah Nurmaturrokhmah

    Nah kan iya sama-sama tentang sejarah. Nyambung deh jadinya. Aku juga suka mbak jalan kaki di kawasan Jembatan Merah ini. Banyak yang bisa dilihat dan sekaligus membayangkan keadaan jaman dulunya.

    Reply

  2. November 2, 2015 @ 11:55 am Dwi Puspita

    kalo lewat sini mesti naik motor, pengen berhenti sebenarnya tapi pak suami nggak mau…hiks,,,

    Reply

  3. November 2, 2015 @ 12:04 pm Vanda

    Masih mengalami ,dulu JMP itu terminal Bis yang lumayan besar, untuk bis yang lewat jalur utara sebelum ada terminal osowilangun. Punya kenangan tersendiri dengan Jembatan Merah, karena awal kerja di Surabaya kantorku dekat situ

    Reply

  4. November 2, 2015 @ 8:09 pm Nining

    Daerah kantorku dulu, keinget kata org ktr pas ngebangun gedungnya byk nemuin tulang2 manusia gt…mgkn sisa2 perang…krn dulunya konon jalan kebalen situ pasar #cmiiw

    Reply

  5. November 3, 2015 @ 12:55 pm Astin Astanti

    Senang ya ketemu dengan bangunan yang ada sejarahnya. Aku senang nyanyinya jembatan merah sungguh gagah…

    Reply

  6. November 3, 2015 @ 6:27 pm Ria Rochma

    Sejarah ngga boleh dilupa, sebagus apapun itu lokasi wisatanya 🙂

    Reply

  7. November 4, 2015 @ 10:12 am Nurul Rahmawati

    aaaak, ayo shopping ke JMP, maaak *lho*

    Reply

  8. November 5, 2015 @ 12:24 am Niar Ningrum

    Kemudian besok hunting di jembatan merah, eehh skrg masih ada sisa2 tulanng2 nya ngak yok mak

    Reply

  9. November 8, 2015 @ 11:21 pm ade anita

    Eh…tau gak…begitu nge klik judul tulisan ini aku sambil bersenandung lagi Gesang Jembatan Merah…. hafal aku lagu ini krn ayah ibuku dulu suka nyanyiin lagu ini..hehehe

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool