Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Sejarah yang Tetap Megah

Tempat bersejarah yang ada di Surabaya memang sangat banyak. Apalagi jika dikaitkan dengan “Peristiwa 10 November” yang akan diperingati besok, 10 November 2015.  Pekan lalu saya sudah menuliskan Jembatan Merah sebagai salah satu saksi bisu sejarah yang kemudian menorehkan kenangan tak terlupa bagi arek Suroboyo. Kesempatan kali ini, saya mengangkat saksi sejarah lainnya, yaitu Hotel Majapahit Surabaya.

Hotel Majapahit Surabaya Tempo Dulu

Sejarah sebuah bangunan akan tetap terkenang sepanjang masa. Apalagi jika kenangan tersebut yang menggiring sebuah kota mendapatkan “nama julukan”. Surabaya dengan ikon Kota Pahlawan pun berasal dari sebuah tragedi penting dimana Hotel Majapahit Surabaya turut menjadi saksinya.

Hotel Oranje

Hotel Oranje

Di Hotel Majapahit inilah, Belanda mengibarkan benderanya sementara Indonesia pada saat itu sudah berhasil merebut kemerdekaan dan sudah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, arek Suroboyo yang melihat kesengajaan Belanda mengibarkan bendera tersebut memicu perdebatan antara Indonesia-Belanda yang masing-masing dipimpin oleh Jenderal Soedirman dan Mr. W.V.Ch Ploegman. Karena tak menemukan titik temu, emosi para arek Suroboyo membuatnya ada yang naik ke atas Hotel Majapahit Surabaya (dulu masih bernama Hotel Yamato) untuk merobek bendera Belanda yang berwarna biru. Sehingga yang berkibar adalah warna merah-putih, warna bendera Indonesia.

Menurut sejarah, Hotel Majapahit Surabaya ini bukanlah nama pertama melainkan sudah berganti nama berkali-kali. Berikut tahap pergantian nama dan perkembangan yang terjadi sesuai dengan urutan tahunnya:

  • Tahun 1910: pertama kali dibangun dengan nama Oranje Hotel atau Hotel Oranye oleh Sarkies bersaudara (bangsawan keturunan Armenia)
  • Tahun 1936: ada renovasi di bagian depan hotel. Artis bernama Charlie Chaplin dan Paulette Goddard menghadiri peresmian hotel
  • Tahun 1942: berubah nama menjadi Yamato Hoteru atau Hotel Yamato karena penjajah Jepang masuk ke Indonesia dan menguasainya
  • Tahun 1945: berubah nama menjadi Hotel Merdeka atau Hotel Liberty untuk sementara waktu, karena warga Surabaya melakukan aksi perobekan bendera Belanda yang berwarna biru (dari merah-putih-biru) dan disertai dengan teriakan “Merdeka” sehingga tertinggal hanya berwarna merah-putih
  • Tahun 1946: berubah nama menjadi Hotel LMS (Lucas Martin Sarkies)
  • Tahun 1969: disebut sebagai Hotel Majapahit karena pada masa itu terdapat kerajaan besar yang dikenal dengan Majapahit
  • Tahun 1996: hadir dengan wajah baru setelah restorasi ± 2 tahun lamanya. Hotel ini pun dijuluki sebagai Mandarin Oriental Majapahit Hotel Surabaya.
  • Tahun 2006: 10 tahun dari 1996, Majapahit kembali menjadi hotel terkemuka di Surabaya dan tetap menyandang nama Hote Majapahit Surabaya.

Hotel Majapahit Surabaya Masa Kini

Hotel Yamato Surabaya

Hotel bintang lima dan megah ini tidak jarang dipilih sebagai hotel idaman karena unsur sejarah tersebut. Bangunan putih dengan art-deco memberikan fasilitas  yang lumayan banyak dan mewah. Jenis suites yang ditawarkan ada 4 (empat) tipe, yaitu Garden Terrace, Excecutive Suite, Majapahit Suite dn Presidential Suite. Tinggal di sesuaikan dengan budget yang ramah di saku. Terjangkau, kok! Jadi tak perlu khawatir.

Desain interior Hotel Majapahit Surabaya saat ini pun dibuat tetap klasik supaya berkesan sebagai bangunan bersejarah. Jenis perabot yang digunakan memang sedikit banyaknya mengikuti gaya tatanan hotel yang ada di negeri Belanda.

Bagaimana Menemukan Hotel Majapahit Surabaya Ini?

Karena letaknya sangat strategis, yaitu beralamat di Jl.Tunjungan No. 65, Surabaya, maka menemukan hotel dengan sentuhan asrsitektur gaya Belanda sangatlah mudah. Jika berangkat dari:

  • Stasiun Gubeng, Surabaya: jaraknya hanya ±4 km melalui Jl. Genteng Kali
  • Terminal Bungurasih, Surabaya: jaraknya ± 13 km melalui Jalan Raya Malang – Surabaya
  • Bandara Internasional Juanda: jaraknya ± 34 km melalui Jalan Tol Waru – Juanda dan Jalur Pantura

Memang sangat dekat dijangkau jika ke Surabaya menggunakan moda transportasi kereta api. Dan juga dari Hotel Majapahit Surabaya ini tidak akan sulit menjangkau pusat perbelanjaan yang sangat terkenal, yaitu Tunjungan Plaza (TP) Surabaya karena lokasinya memang berdekatan. Selain TP, Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya bisa dinikmati karena tak jauh dari hotel. Cukup berjalan kaki jika ingin menikmati Surabaya secara menyeluruh di pusat kota.

Nah, bagi yang sudah merasakan kenyamanan tidur di Hotel Majapahit Surabaya ini, tentu memiliki kenangan manis tak terlupakan.

Selamat Hari Pahlawan, teman-teman ^_^

Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Sejarah yang Tetap Megah
4.3 (86.67%) 6 votes
(Visited 3,014 times, 1 visits today)


About

A Mom Blogger yang suka nulis dan postcrossing, tidak menolak diajak traveling dan sangat suka dengan cokelat. Owner http://chemistrahmah.com


'Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Sejarah yang Tetap Megah' have 5 comments

  1. November 10, 2015 @ 12:18 pm Nining

    Pernah dgr ada satu kamar yg khusus untuk tamu kenegaraan spt presiden, dmn tmp tidurnya berlapiskan emas gt. Bener gk ya?

    Reply

  2. November 10, 2015 @ 6:43 pm Nia Haryanto

    Oh, hotel Oranje itu sekarang namanya hotel Majapahit, ya? Baru tahu. Dulu zaman sekolah, sering banget hotel Oranje disebut…

    Reply

  3. November 11, 2015 @ 8:52 am Tally Syifa

    Wah….

    Reply

  4. November 12, 2015 @ 8:15 am Ria Rochma

    Dari dulu, selalu penasaran sama bagian dalam hotel ini. Karena kabarnya memang bagus banget, beda dengan bagian luar yang sepertinya tidak terlalu eksklusif drpd hotel lain 🙂

    Ternyata, memang bagussss..

    Reply

  5. November 12, 2015 @ 4:50 pm Yuniari Nukti

    Aku pernah masuk ke Hotel Majapahit, tapi belum pernah nginep. Bagus emang hotel ini, kapan ya ada undangan endorse *ups* :))

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool