Gili Labak Madura

Gili Labak, Hidden Paradise at Madura Island

Gili Labak Madura

Hamparan pasir putih di Gili Labak

I found hidden paradise at Madura Island. Yes!! Paradise for all traveler. Kamu wajib ke sini. Itu yang saya sarankan untuk kalian semua setelah mengunjungi Gili Labak di Madura. Capeknya perjalanan terbayar lunas dengan keelokan pantai dan pesona bawah lautnya. Dijamin sebelum pulang kamu akan cek kalender dan melingkari tanggal untuk berkunjung kesini lagi.

Menjejakkan kaki di Gili Labak, kita akan disambut pasir yang halus dan lautan biru membentang sepanjang pantai dengan airjernih dan ombak yang landau mengajak kita betah berlama-lama disini tanpa takut terseret ke tengah laut. Hamparan ikan teri yang dijemur oleh penduduk setempat pun menjadi aroma khas yang mengundang rasa lapar. (Petualangan baru mulai jangan bicara makanan dulu :D)

Gili Labak Madura

Pesona di Gili Labak

Gili Labak terletak di Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, tepatnya sebelah timur Poteran, atau tenggara jika dilihat dari kota Sumenep. Dulunya pulau ini disebut dengan nama Pulau Tikus karena tempatnya yang tersembunyi di kabupaten Sumenep, sekarang dia lebih dikenal dengan nama Gili Labak. Keindahannya setara dengan Gili Trawangan di Lombok. Jadi, kalau belum ada kesempatan ke Lombok, coba deh ke Madura, dijamin gak nyesel. Luasnya hanya sekitar 5 hektar dan kita hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengelilingi pulau ini dengan jalan kaki saja.

Di Gili Labak, kita bisa melakukan snorkeling ataupun diving, karena di pulau ini menjadi titik temu aneka ragam terumbu karang dan biota laut. Surganya para divers nih!! Bagi yang gak bisa renang atau takut menyelam gak perlu kuatir guys …. Kita tetap bisa menikmati pemandangan bawah lautnya dari atas perahu. Karena air bening dan tenangnya ombak tetap memungkinkan kita untuk bisa menikmati keindahan panorama bawah laut.

Gili Labak Madura

Perahu nelayan Gili Labak untuk menikmati panorama dari atas air

Untuk bisa diving atau snorkeling di Gili Labak, harus membawa peralatan sendiri karena disini tidak ada yang menyewakan alatnya, kecuali kalau kita kesini dengan pihak travel agent dan mereka bersedia menyiapkannya. Sambil menikmati keindahan pantainya kita juga bisa menyaksikan kegiatan penduduk setempat mulai dari mencari ikan, membersihkannya dan menjemurnya hingga kering dan siap dikirim ke pasar.

Di Gili Labak, kita juga bisa mengabadikan moment-moment seru yang meskipun tidak menggunakan kamera canggih tetap bisa mendapatkan foto-foto bagus karena memang alamnya sungguh indah.

Gili Labak Madura

Teri yang sudah dibersihkan siap dijemur

Puas menikmati seru-seruan di pantai, lapar pasti. Tenang, meski disini tidak ada restoran atau tempat makan, catat ya … untuk urusan makan kita bisa memesan ke penduduk setempat. Mereka bisa menyiapkannya nasi hangat dengan lauk ikan teri hangat, sayur bening dan sambal. Minumnya bisa dengan kelapa muda yang langsung dipetik dari pohonnya. Kelapa muda per butirnya Rp. 8000, sedangkan makanan sepaket Rp. 100 ribu untuk 5 orang dan bisa makan sepuasnya. Untuk makanan memang terdengar agak mahal karena untuk belanja ke kota orang-orang disini harus menyeberang selat dan transportasi di sini juga masih sangat kurang. Meski begitu harga ini tidak sebanding dengan kenikmatan saat menyantap makanan dengan pemandangan elok di bibir pantai.

Puas bermain di Gili Labak? Enggak, nggak akan pernah puas, pengen lagi dan lagi.

Gili Labak Madura

Kegiatan penduduk di Gili Labak

Perjalanan ke Gili Labak bisa ditempuh dengan banyak rute antara lain dari Surabaya bisa menggunakan empat rute berikut ini:

  1. Pelabuhan Kalianget

Rute ini paling lazim digunakan karena mudah dan jalannya juga enak, tidak banyak lubang. Dari kota Sumenep kita ambil arah ke timur hingga bertemu pelabuhan Kalianget, sekitar 10 km. Sampai di pelabuhan kita bisa menggunakan perahu penumpang atau menyewa perahu sendiri dan untuk berlayar ke pulau Gili Labak

  1. Desa Lobuk

Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota Sumenep bisa melewati Desa Lobuk. Desa ini memiliki dermaga yang menjadi salah satu rute alternative untuk ke Gili Labak, Gili Genting dan Gili Raja.  Dari kabupaten Sumenep setelah tiba di pertigaan Bluto, kita bisa mengambil arah ke kanan kemudian lurus kea rah timur hingga bertemu dermaga atau pelabuhan kecil. Di sini kita bisa langsung memesan perahu yang berlayar kea rah Gili Labak.

  1. Tanjung Saronggi

Rute lain yang bisa membawa kita ke Gili Labak adalah Saronggi, dari pertigaan Saronggi kita pilih jalur ke timur, ikuti saja jalan ini hingga bertemu pantai. Nah, di pantai ini terdapat dermaga yang menyediakan perahu kecil menuju ke Gili Labak.

  1. Desa Kombang

Ada juga jalur darat yang bisa ditempuh menuju Gili Labak, tidak 100% jalur tapi melalui desa Kombang, penyeberangan dengan perahu jadi lebih singkat. Karena desa ini sudah berada di kecamatan Talango. Dari kota Sumenep ke timur melewati Kalianget dan menuju Talango hingga sampai ke desa Kombang, untuk memesan perahu ke arah Gili Labak dengan harga yang lebih murah dan waktu yang lebih singkat.

Gili Labak Madura

Sunset di Kalianget

Dari keempat rute tersebut yang pernah saya coba adalah pelabuhan Kalianget. Dari Surabaya ke Madura lewat jembatan Suramadu menuju Sumenep. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk tiba di Sumenep kemudian lanjut ke Kalianget. Kebetulan tiba di Kalianget pada sore hari jadi saya sempat mengabadikan sunset disini. Satu kata, KEREEENN!!!

Malamnya saya menginap di rumah penduduk yang memang digunakan sebagai penginapan bagi mereka yang ingin ke Gili Labak besok paginya. Penginapan sederhana namun cukup untuk melepas lelah ini permalamnya berkisar Rp. 50 ribu – Rp. 70 ribu. Lokasinya tidak jauh dari pelabuhan Kalianget, bisa dengan jalan kaki.

Estimasi biaya untuk berwisata ke Gili Labak dengan transportasi umum. Dari Surabaya ke Sumenep menggunakan bis tarifnya Rp. 60 ribu, turun di terminal Sumenep. Kemudian ke Kalianget bisa dengan angkutan umum berupa ojek atau bemo sekitar Rp. 20 ribu. Sewa perahu nelayan ke Gili Labak biayanya Rp. 400 ribu – Rp. 500 ribu pulang-pergi untuk perahu berkapasitas 18 orang. Jadi lebih murah kalau rame-rame daripada solo traveler.

Tunggu apalagi, siapkan agenda ke Gili Labak, ajak saudara, sahabat dan relasi. Dijamin pengen ngulang.

 

Gili Labak, Hidden Paradise at Madura Island
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,081 times, 1 visits today)


About

cat lover, coffee addicted, life with a sweetheart


'Gili Labak, Hidden Paradise at Madura Island' have 10 comments

  1. October 27, 2015 @ 4:56 pm Rahmah

    next time will be here…

    Reply

    • October 28, 2015 @ 9:01 am entas suliana

      si Kecil diajak mbak … ombaknya gak gede kok jd aman :)))

      Reply

  2. October 27, 2015 @ 6:02 pm Nining

    Pengen kesink, ngebayangin jauh dan panasnya kemudian aras2en hahaha traveler abal2 ciiih

    Reply

    • October 28, 2015 @ 9:03 am entas suliana

      dulu aku kesininya gegara nyasar, niatnya ke pulau raas nyangkut disini jadi “nyasar is smart away to find hidden paradise”

      Reply

  3. October 28, 2015 @ 5:06 pm Paklek Sam

    Trims ingponya… beberapa hari yang lalu, seorang teman dari Samarinda bercerita tentang indahnya Gili Labak, tapi dari artikel Entas, saya dapat ingpo yang lebih lengkap.

    Reply

    • October 29, 2015 @ 9:26 am entas suliana

      Sama-sama Paklek, monggo kalau mau ke Gili Labak, serius gak rugi …. :)))

      Reply

  4. October 29, 2015 @ 3:14 am Dwi Indah Nurmaturrokhmah

    Khatam mbak ke sini. Sudah 4 kali, hehehe

    Reply

    • October 29, 2015 @ 9:29 am entas suliana

      aku baru sekaliiii … pengen kesana lagiii ahahhaha

      Reply

  5. December 29, 2015 @ 7:50 am surya andika

    pengen banget tp masih binggung… rutenya panjng bnget

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool