Rawon Setan

Gentayangan Bareng Rawon Setan Surabaya

Konon katanya, kalau mampir ke Surabaya tapi belum pernah mampir ke Rawon Setan, belum sah! *lah, emangnya ijab kabul?

Kenapa begitu? Ya karena Rawon Setan adalah salah satu rumah makan legendaris di Surabaya. Sudah berdiri sejak zaman revolusi puluhan tahun lalu di depan gedung NIROM (nederlands indische radio omroep maatschappij) sehingga dulunya disebut Rawon Nirom. Awal mulanya pun berupa warung tenda pinggir jalan. Sekarang ini posisi gedung NIROM telah digantikan dengan Hotel JW Marriot Surabaya dan bertempat di bangunan yang lebih layak. Sejak saat itu namanya berubah lebih dikenal sebagai Rawon Setan.

Pertanyaan selanjutnya; kok bisa disebut Rawon Setan?
Sebelum aku tahu alasan sebenarnya, aku sempat mengira nama Rawon Setan ini akibat tren makanan pedas yang berkembang baru-baru ini. Sebut saja mie setan, mie pecun, ceker mbledos, dan lain sebagainya. Jadi aku pikir mereka jual rawon dengan berbagai level kepedasan. Lhadalah ternyata bukan itu maksudnya. Lalu? Disebut Rawon Setan karena dulu rumah makan ini buka pada pukul 10 malam sampai menjelang Subuh. Pas banget kan ama jam operasional setan yang pada gentayangan.

Rawon Setan

Ruang bagian dalam yang terbuka

Usaha rumah makan ini merupakan usaha turun-temurun dari Nenek Musiyah, yang kini telah dipegang oleh sang cucu, Mbak Endang. Oleh karena itu, kelestarian resep asli rawon ini sangat terjaga hingga tidak buka cabang di mana pun. Jadi kalau penasaran dengan kelezatan Rawon Setan, ya ke Surabaya dong.

Aku singgah ke Rawon Setan berdua dengan lelakiku. Kami memilih tempat duduk di dalam yang bagian terbuka. Soalnya kalau di dalam kayaknya sumpek banyak orang. Karena aku nggak terlalu lapar, jadi hanya memesan satu porsi. Ternyata rawon disajikan pada mangkok terpisah dan isinya lumayan banyak. Akhirnya aku ikut memesan nasi deh, karena porsi nasinya pun nggak terlalu banyak.

Rawon Setan

Rawon Setan

Rawon Setan
Seperti kata orang-orang yang pernah ke sini, rawonnya memang enak. Potongan dagingnya lebar dan empuk, nggak bikin selilitan. Bumbunya pas, takaran kluweknya tidak berlebihan. Jadi kuahnya terasa seger gitu. Makin mantap kalau dimakan dengan menu sandingan telor asin atau paru beserta kerupuk. Btw, buatku telor asinnya nggak kalah juara. Maknyuss!

Info tambahan: pada piring menu sandingan tersedia paru berjumlah tiga potong. Kalau kamu mengambil satu, akan dihitung seluruhnya. Jadi kamu bisa membawa pulang sisanya.

Untuk minuman sih bisa pesen es teh atau minuman standar lainnya. Namun kalau ingin air putih juga disediakan dalam lemari pendingin.

Usai makan, aku memandang sekeliling. Ternyata tembok rumah makan ini penuh dengan foto kunjungan orang-orang terkenal macam Pak SBY, PakDe Karwo, para pejabat sampai jajaran artis ternama mulai dari Krisdayanti, Anang-Ashanty, Bunga Citra Lestari, dan lain sebagainya. Wow, hits banget berarti. Tapi sayang, pas aku ke situ kok nggak ketemu artis ya? :3

Rawon Setan

Suasana rumah makan Rawon Setan memang nggak ramai sampai uyel-uyelan. Namun pengunjung tak hentinya datang silih berganti. Yang parkir pun rata-rata orang bermobil. Sepertinya sudah bisa jadi jaminan kalau makan di sini tuh recommended. Lagipula soal pelayanan, semuanya sigap dan pesanan cepat tiba di meja makan.

Harga seporsi Rawon Setan sekitar 25 ribuan. *lupa, struknya hilang pula. T^T Untuk telor asinnya Rp 6.000,- dan paket paru sekitar Rp 21.000,-.

Tertarik mencicipi kelezatan Rawon Setan? Datang aja ke jl. Embong Malang, langsung perhatikan bagian kanan jalan hingga menemukan plang rumah makan Rawon Setan. Jam buka untuk hari Minggu – Selasa mulai pukul 07.30 – 22.00 WIB. Hari Rabu – Sabtu buka mulai pukul 07.30 – 04.00 WIB.

Gentayangan Bareng Rawon Setan Surabaya
4.7 (93.33%) 3 votes
(Visited 1,912 times, 1 visits today)


About

Perempuan pengacara alias pengangguran banyak acara. Takut gemuk tapi hobi makan. Bangga pernah ketemu dan foto bareng dengan idola, Kevin Aprilio.


'Gentayangan Bareng Rawon Setan Surabaya' have 13 comments

  1. October 15, 2015 @ 3:55 pm Dwi Puspita

    wah..enak iki ka…

    Reply

    • October 16, 2015 @ 5:12 pm Hilda Ikka

      Hayo Mbak, wiskul ke sini ama suamik 😀

      Reply

  2. October 15, 2015 @ 4:02 pm Rahmah Usman

    Sumpah, ini enak banget… kata orang nampooollll

    Reply

  3. October 15, 2015 @ 10:26 pm Niar Ningrum

    Pernah coba dan kurang srek ajah rasane kayak kurang nendang haahahha… So far kece badai lah makan di sini

    Reply

    • October 16, 2015 @ 5:03 pm Hilda Ikka

      Iya sih Mbak, buatku juga kurang sedep gimana gitu. tapi mayan lah buat rekomendasi wisata kuliner wisatawan luar kota 😀

      Reply

  4. October 15, 2015 @ 11:56 pm Yuniari Nukti

    Oalaah kirain nama setan itu karena rawonnya pedes, ternyata karena bukanya, toh, yang malam hari.. kenapa gak dinamakan rawon maling aja, ya.. kayak pasar maling Wonokromo yang bukanya malam sampai shubuh hehe

    Reply

    • October 16, 2015 @ 5:01 pm Hilda Ikka

      Kalo maling kan jam operasionalnya nggak cuma di malam hari hoho

      Reply

  5. October 17, 2015 @ 10:49 am Aya

    Mbak, serem ya namanya :((

    Reply

    • October 22, 2015 @ 1:10 pm Hilda Ikka

      Masih sereman masa laluku Mbak 🙁

      Reply

  6. October 17, 2015 @ 3:48 pm Nining

    sekali daong nyobain ini rawon, potongan dagingnya besar2 gituuu dan itu telor asin menggodaaa *doyanbangetsamatelorasin* 😀

    Reply

    • October 22, 2015 @ 1:11 pm Hilda Ikka

      Samaan dong Mbak Nining 😀

      Reply

      • March 15, 2017 @ 11:57 pm Marge

        John’s wort (hypericum perforatum) preparations, phenobarbital, carbamazepine, and rifampin, may recruit wind corticoids of estrogens, upward bewildering in a occupant in homeless hemlocks and/or tasks in the [i]adverse reactions phm[etreinen/i] separating profile.

        Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool