Gedung Grahadi

Gedung Grahadi, Dua Abad Kini

Surabaya dikenal sebagai kota yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi. Tak hanya sejarah tentang perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajahan Belanda dan Jepang, juga dengan bangunan-bangunan lawas, yang masih kokoh berdiri hingga saat ini. Sehingga tak berlebihan bila Surabaya disebut sebagai ‘kota tua’. Mengingat usianya yang sudah menginjak 722 tahun.

Gedung Grahadi

Grahadi di tahun 1860-an
source: Wikipedia

Salah satu bangunan tua yang masih gagah adalah Gedung Negara Grahadi. Gedung ini dibangun pada tahun 1795, pada masa berkuasanya Residen Dirk Wavn Hogendorps (1794-1798). Kalau dihitung, usianya sekarang udah 200 tahun lebih, atau sekitar dua abad, ya. Konon katanya, pembangunan gedung menghabiskan dana sekitar 14.000 ringgit. Kalau dikurskan sekarang, jadi berapa ya? 😀

Sayangnya, dia hanya sempat menikmati rumah bernuansa kebun itu selama 3 tahun, setelah ditangkap dan dibawa ke Batavia. Sejak itu, Grahadi, berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda. Dan dijadikan sebagai tempat berpesta dan berdansa.

Gedung Grahadi

Gubernur Soekarwo menerima Duta Besar Belgia

Awalnya, gedung ini dibangun menghadap ke utara, atau tepat menghadap Kalimas yang sekarang lebih dikenal dengan Ketabang Kali. Sampai sekarang, di bagian belakang gedung, masih bisa dijumpai bangku-bangku taman, yang dulu dipergunakan untuk tempat minum teh bangsawan-bangsawan Belanda, sambil melihat hilir mudik kapal-kapal di pelabuhan Kalimas.

Kemudian di tahun 1802, dilakukan perubahan dengan mengubah letaknya, menghadap selatan, seperti yang kita jumpai saat ini. Perubahan dilakukan oleh Daendels, yang menginginkan Grahadi, berfungsi sebagai Istana.

Gedung Grahadi

Gubernur Soekarwo menerima tamu dinas

Nama Grahadi diambil dari bahasa Jawa. Terdiri dari Graha yang artinya Rumah, dan Adi yang artinya paling baik. Jadi, Grahadi berarti rumah yang paling baik. Terbukti, sekarang rumah itu bertambah baik, karena difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu Gubernur Jawa Timur, pelantikan pejabat dan upacara peringatan hari nasional seperti Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Ya, mudah-mudahan, gedung ini selalu membawa kebaikan buat seluruh rakyat Indonesia, warga Jawa Timur khususnya.

Gedung Grahadi

source: Antarafoto

Oiya, di gedung ini dulu, pada 9 November 1945, sebelum pecahnya perang 10 November, Gubernur Suryo memutuskan menolak ultimatum menyerah tanpa syarat pada Inggris. Penolakan tersebut berakhir dengan kematian Gubernur Suryo dan pengawalnya, tepat pada 10 November 1945, sehari setelah perundingan itu.

Gedung Grahadi

Patung Gubernur Suryo

Untung mengenang jasa Gubernur Suryo, dibangunan Monumen Gubernur Suryo, tepat di seberang Gedung Negara Grahadi, atau yang populer disebut dengan Taman Apsari.

Gedung Grahadi

Upacara Kemerdekaan RI, 17 Agustus

Kalau datang ke Surabaya, pastikan kalian mampir dan berfoto di depannya.  Letaknya sangat strategis, di jantung kota Pahlawan. Kalau ingin melihat lebih dekat, bisa datang ke sana di saat Upacara peringatan hari besar nasional, atau saat Lebaran Idul Fitri. Karena biasanya, diadakan open house untuk seluruh masyarakat.

Gedung Grahadi

ini foto kenangan terakhir saya, bersama Gubernur Imam Utomo dan teman-teman reporter desk politik dan pemerintahan, di akhir masa jabatannya, di ruang tunggu Grahadi. Can you spot me? :p

Gedung Negara Grahadi:

Jl. Gubernur Suryo Surabaya

Gedung Grahadi, Dua Abad Kini
4.8 (95%) 4 votes
(Visited 412 times, 1 visits today)


About

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed


'Gedung Grahadi, Dua Abad Kini' have 5 comments

  1. October 29, 2015 @ 7:31 pm Rahmah

    Kalo lihat tempat bersejarah, jadi ingat masa SMA yang doyan hafal tanggal penting… tapi saiki lali kabeh…
    Yes, I can spot you? 😀

    Reply

  2. October 30, 2015 @ 5:15 am Nining

    Grahadi sm Walikota ni sering gagal paham hihihi kudu mengingat sekitar 1-5mnt hahaha ketauan dah bkn cah Suroboyo aseli, btw yes itu poto tau brempea kak? Spotted kok hehehehe

    Reply

  3. October 30, 2015 @ 11:30 am @nurulrahma

    Grahadi itu yg jelas pusatnya demo buruh hahahahah 🙂

    Reply

  4. October 30, 2015 @ 12:09 pm cputriarty

    kagum banget ama bangunan Grahadi yang berusia 2 abad dan pastinya menyimpan banyak kenangan di dalamnya 🙂

    Reply

  5. October 31, 2015 @ 12:38 am echaimutenan

    aku selama ini liwat tok… iki apik yooooooo

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool