Bebek Songkem Madura

Filosofi di Balik Kuliner Bebek Songkem Madura

Anda penggemar kuliner serba bebek? Tapi khawatir dengan melonjaknya angka kolesterol dan asam urat? Jangan khawatir. Anda tetap bisa menikmati mak nyusnya hidangan bebek yang sehat dengan mengonsumsi Bebek Songkem.

Berbeda dengan bebek lainnya (apalagi bebek goreng khas Surabaya), proses pemasakan bebek songkem ini menggunakan metode khusus yang mengeliminasi lemak kolesterol dalam daging bebek. Setelah diberi bumbu lengkap, bebek dimasukkan ke dalam panci pengukus, yang di dalamnya telah diberi potongan pelepah daun pisang. Proses pengukusan dilakukan selama 4-6 jam, sehingga daging bebek menjadi empuk, plus bebas kolesterol. Bumbunya pun meresap sempurna.

 

Bebek Songkem Madura

Bebek Songkem Madura

Bebek Songkem Madura

Bagaimana rasanya? Bumbu Bebek Songkem khas Pak Salim itu merasuk, hingga terasa di setiap suwiran daging. Saat tulang disesap, bumbunya tetap terasa. Yang paling penting, para pengunjung tak perlu khawatir dengan efek pasca mengonsumsi bebek.

“Metode memasak dengan pelepah daun pisang ini yang membuat bebek masakan kami non kolesterol. Kita tetap bisa menikmati wisata kuliner bebek tanpa harus merasa cemas,” ujar Bambang Hermanto, owner Bebek Songkem. Karena itu, Bambang memasang tagline “bebek pilihan para dokter” untuk usaha kulinernya ini.

Tak heran, outlet bebek yang terletak di Jl. Raya Ketengan 85 Burneh Bangkalan Madura ini tak pernah sepi pengunjung. Sambil menikmati aneka masakan yang tersaji, kita juga bisa berburu oleh-oleh penganan khas pulau garam.

Lantas, mengapa bebek ini dinamakan bebek songkem? Bambang Hermanto mengulas filosofi di balik nama bebek songkem. Sejarah singkatnya, masakan ini adalah wujud apresiasi dan rasa hormat masyarakat kota Sampang terhadap Kyai mereka. Apabila hendak berkunjung ke rumah sang Kyai untuk songkeman (sungkem: tanda bakti dan hormat), mereka membawa buah tangan berupa masakan daging bebek.

Bebek Songkem Madura

Bebek Songkem Madura

Bebek Songkem Madura

Bebek Songkem Madura

Pak Bambang Hermanto, owner Bebek Songkem

“Di setiap desa di Madura, minimal ada seorang kyai, yang dengan sukarela mengajari ngaji anak-anak desa tanpa digaji. Sebagai bentuk tanda terima kasih wali murid pada kyai tersebut, maka pada hari-hari tertentu, wali murid membawakan oleh-oleh spesial berupa bebek atau ayam. Bebek ini dimasak dengan cara dikukus tanpa air selama kurang lebih 3 jam dengan posisi leher dan kepala bebek ditekuk menunduk seperti orang sungkem. Sebagai ganti air, dipakai batang pohon pisang. Karena cara mengukus dengan menggunakan pohon pisang belum ada istilahnya. Nah, di kampung bebek songkem tadi, cara masak seperti itu diberi istilah ‘songkem’, karena masakan spesial ini khusus diberikan kepada kyai atau orang yang sangat kita hormati. Bebeknya dibuat berposisi ‘nyongkem’. Karena itu, kita sebut menjadi bebek songkem,” ujar Bambang Hermanto.

Jadi, kapan Anda akan plesir ke Madura? Jangan lupa, mampir ke warung Bebek Songkem. Selain harganya yang bersahabat, rasa dan aroma bebek songkem siap membuat kita ketagihan. Eh, tapi, nginepnya di Surabaya aja. Banyak hotel kece di kota pahlawan ini. (*)

Bebek Songkem Khas Madura

Jl. Raya Ketengan 85 Burneh

Bangkalan Madura

(031) 799.5523

0877.5092.0092

 

Filosofi di Balik Kuliner Bebek Songkem Madura
5 (100%) 1 vote
(Visited 933 times, 1 visits today)


About

Emak yang passionate pada parenting issues, kuliner (halah, bilang aja doyan makan) dan traveling. Juga tidur :-P


'Filosofi di Balik Kuliner Bebek Songkem Madura' have 3 comments

  1. November 12, 2015 @ 9:57 am Dwi Puspita

    enak iki pastine…krinyis2 itu loh aku suka..didukung sambelannya..duh mantep dah….

    Reply

  2. November 12, 2015 @ 4:31 pm Yuniari Nukti

    Songkem = sungkem. Oh, baru tau filosofinya. Kapan-kapan perlu cobain bebek songkem, deh. Ehm, tapi kenapa ya, di Madura kuliner bebek minumnya teh botol s***** 😀

    Reply

  3. November 12, 2015 @ 4:58 pm Rahmah

    Oalah… kupikir bebeknya harus dipelihara dengan berbagai cara sehingga dinamakan songkem…
    Enak banget kayaknya…

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool