Masjid Cheng Hoo

Cheng Hoo, Masjid Bergaya Tionghoa di Pasuruan

Masjid Cheng Hoo

Masjid Cheng Hoo

Jalan-jalan boleh tapi jangan lupa ibadah. Dan saya sempat ragu begitu masuk di salah satu tempat ibadah di PandaanPasuruan. Ini masjid atau klenteng? Bangunannya seperti masjid tapi ornamennya mirip klenteng. Itu pertanyaan pertama saat melihat bangunan masjid Cheng Hoo. Penasaran, lalu saya masuk ke dalamnya dan ternyata ini masjid. Balik ke depan cek tulisan di depan Masjid Muhammad Cheng Hoo. Akhirnya yakin ini masjid.

Masjid Cheng Hoo

Tampak Depan

Sesuai namanya masjid ini kental dengan nuansa Tionghoa, paduan warna hijau dan merah mendominasi seluruh bangunan. Ku’ bah masjid tidak seperti biasanya di sini berbentuk pagoda khas Tionghoa. Terdapat lafadz Allah dengan huruf Arab di bagian depan atas. Di sisi kiri dan kanan ada semacam jendela teralis dengan nuansa Tionghoa. Bangunan ini terdiri dari dua lantai dan dibangun di atas tanah seluas 6.000 meter persegi, dengan luas bangunan masjid 550 meter persegi. Lantai bawah seluas 529 meter persegi bakal ditempati perpustakaan, akad nikah dan acara seremonial religi lainnya.

Masjid Cheng Hoo

Lampion-lampion

Memasuki ruangan masjid di lantai satu, kita bisa langsung melihat prasasti mengenai sejarah Laksamana Cheng Hoo dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin, saya lebih suka baca yang bahasa Indonesia.

Dari prasasti itu dijelaskan siapa Laksamana Cheng Hoo ini. Dia adalah tentara muslim Tionghoa yang lahir pada tahun 1371 di Propinsi Yunan. Saat berusia 10 tahun Cheng Hoo ditangkap tentara kerajaan kemudian dikebiri dan dijadikan tentara, selanjutnya dia mengabdi kepada Kaisar Yongle dari Dinasti Ming.  Lalu iapun ditugaskan oleh kaisar untuk berlayar ke berbagai penjuru sebagai utusan kerajaan guna mempelajari potensi ekonomi yang bisa dikembangkan untuk bekerja sama dengan tempat-tempat yang disinggahinya.

Masjid Cheng Hoo

Anak tangga menuju tempat utama

Perjalanannya dimulai tahun 1405 hingga 1430, dan sudah menyambangi beberapa Negara ASIA seperti Vietnam, Taiwan, Malaka, Sri Lanka, India, Arab dan Indonesia. Untuk wilayah Indonesia Cheng Hoo sudah tujuh kali singgah di Pulau Sumatera dan Jawa, di antaranya Banda Aceh, Cirebon, Semarang dan Jawa Timur.

Ketika berlabuh di suatu tempat Cheng Hoo banyak memberikan hadiah pada penguasa daerah sambil berinteraksi dengan penduduk sekitar untuk menjajagi kemungkinan kerjasama dengan mereka. Di kesempatan inilah terjadi pertukaran budaya dan komunitas Tionghoa baik dengan penduduk asli maupun dengan pendatang Tionghoa yang sudah menetap di daerah tersebut.

Masjid Cheng Hoo sendiri berada di lokasi yang sangat strategis, tepat di pertigaan Jalan Raya Pasuruan – Malang – Tretes. Dari Surabaya kita bisa naik bis jurusan Malang dan turun di depannya persis atau bisa juga naik L300 jurusan Pandaan turun depan masjid. Begitu juga dari arah Malang bisa naik bis jurusan Surabaya turun terminal Pandaan lalu tinggal menyeberang saja ke arah masjid.

Masjid Cheng Hoo

Beranda masjid

Masjid ini diresmikan bupati Pasuruan kala itu Jusbakir Aldjufri, 27 Januari 2008 dan menelan biaya sekitar Rp. 3,2 Milyar lebih.

Usai beribadah di masjid Cheng Hoo sambil menikmati hawa sejuk dan bangunan yang unik, kita bisa ke pasar untuk sekedar makan dan berburu oleh-oleh khas Pasuruan. Jangan khawatir, pasarnya tidak jauh, ada di belakang masjid persis. Ada buah dan sayur, juga ada cemilan-cemilan dengan harga yang terjangkau. Saat ini pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berbenah untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung karena masjid Cheng Hoo saat ini sudah menjadi ikon wisata religi di Pasuruan.

Cheng Hoo, Masjid Bergaya Tionghoa di Pasuruan
4 (80%) 2 votes
(Visited 522 times, 1 visits today)


About

cat lover, coffee addicted, life with a sweetheart


'Cheng Hoo, Masjid Bergaya Tionghoa di Pasuruan' have 20 comments

  1. October 7, 2015 @ 2:47 pm Eda Akbar

    belum pernah sholat di siniii… padahal sering lewat 😀

    Reply

    • October 7, 2015 @ 2:51 pm Entas Suliana

      hayuuukk mampiiirrr …. sekalian ke rumah *lah*

      Reply

  2. October 7, 2015 @ 3:57 pm Rahmah

    Udah rengek2 ke sini tapi belum diantar ma suami, hehehe…

    Reply

  3. October 8, 2015 @ 7:19 am Hilda Ikka

    Pernah salat di sini dan bener-bener ruameee. Senengnya kalo pas singgah lagi laler, banyak orang jualan pentol

    Reply

    • October 9, 2015 @ 9:11 am Entas Suliana

      laler? laper mungkin ya, hahahha … di Pasuruan ini sudah hampir mirip kota cilok mbak, pedagangnya dimana-mana …

      Reply

  4. October 8, 2015 @ 7:28 am Dwi Puspita Nurmalinda

    aku belum pernah ke masjid cheng hoo yang pasuruan mbak 🙂

    Reply

  5. October 8, 2015 @ 9:13 am nining

    ini asik, sebelahnya ada tmp jual oleh2 🙂

    Reply

    • October 8, 2015 @ 9:15 am Entas Suliana

      iya mbak, belakangnya tempat jual makanan yg bisa dimakan di tempat #kok ganti tema yak? wkwkwk

      Reply

  6. October 8, 2015 @ 9:49 am Ihwan Hariyanto

    saya pernah ke sini pas acara kondangan temen istri yang rumahnya tak jauh dari Masjid Cheng Hoo tapi nggak masuk sebab waktu itu mau ada acara dan banyak pekerja yang sedang sibuk memasang terop. Salam kenal dari Hello Malangku Mbak 🙂

    Reply

    • October 8, 2015 @ 3:04 pm Entas Suliana

      salam kenal kembali mass …. aku juga sering ke Malang loh .. *pengumuman*

      Reply

      • October 8, 2015 @ 3:52 pm @nurulrahma

        Akyu sukaaaak mampir ke sini.
        Sampingnya ada Bakpao telo, langsung njajan deeeh 🙂

        Reply

        • October 9, 2015 @ 9:13 am Entas Suliana

          sekitarnya itu memang banyak makanan menggoda mbak Nurul, kl ke sini siapin lambung kosong aja biar bisa incip2 banyak hihihi

          Reply

  7. October 9, 2015 @ 12:26 am Niar Ningrum

    Belom kesana, lewat seliwar seliwer tok mbok yoo… Pengen tau dalem e gimana yaa, masjid yg harga nya menelah 3,2M wow

    Reply

    • October 9, 2015 @ 9:19 am Entas Suliana

      menurutku yang mewah luarnya Niar, kl dalamnya 11-12 dengan masjid Agung SBY

      Reply

  8. October 9, 2015 @ 2:47 am Bimo Aji Widyantoro

    Besar juga yah masjidnya, kalau di makassar sendiri masjid cheng ho ada dua tapi kedua masih dalam tahap pembangunan soalnya masih ada perluasan area untuk tempat perpustakaannya nanti

    Reply

    • October 9, 2015 @ 1:08 pm Entas Suliana

      di Makassr, Masjid Cheng Hoo-nya di sebelah mana mas Bimo?

      Reply

  9. October 9, 2015 @ 10:36 am Andria Nur Wahyu

    Yeey, thx mba infonya. Next trip aku mau kesini ah 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool