Ceker Ayam Lapindho

Ceker Ayam Lapindho, Destinasi Kuliner “Amigos” yang Bikin Keringat Ndrodos

Rasanya tidak ada manusia Indonesia yang tak pernah dengar kata Lapindo. Yes, musibah lumpur yang terus menyembur di muka bumi itu, menjadikan kota Sidoarjo kian identik dengan “kota lumpur Lapindo”. Kali ini, saya tidak hendak mengajak untuk berwisata lumpur Lapindo. Tapi, saya mau mengajak Anda semua, untuk berkunjung ke destinasi kuliner, yang “memanfaatkan” Lapindo sebagai brand-nya. Yap, ini dia… ceker ayam lapindho.

Ceker Ayam Lapindho

Memang, penulisan mereknya dibikin “Lapindho” bukan Lapindo. Well, bisa jadi, owner culinary business ini ogah mengundang polemik dengan pihak Lapindo karena kesamaan nama kali yes, heheheh.

Yang jelas, siang itu, kami datang beramai-ramai. Suasana Sidoarjo yang nggak kalah panas dengan Surabaya rupanya menggairahkan semangat untuk segera mengudap si ceker nan fenomenal. Lokasinya berada di kawasan PKL Masjid Agung Sidoarjo. Yaaaa, kuliner AMIGOS alias Agak Minggir Got Sedikit siiih 🙂 Jadi, sambil makan ceker, ada aroma mak sreeeng yang bersumber dari got. Tapi justru itu yang bikin mantep, hahahaha!

Ceker Ayam Lapindho

Kami ditemui mbak kasir. Terjadilah obrolan singkat:

Saya: “Mbak, owner ceker lapindho ini siapa?”

Mbak Kasir : “Pak Redi.”

Saya: “Oh, pak Redinya ada?”

Mbak Kasir : “Lagi sakit, mbak. Beliau lagi di rumah. Nggak nunggu di sini. Ada apa ya mbak?”

Saya: “Gini. Saya mau wawancara beliau. Bisa tolong dihubungkan kah? Saya tunggu info dari mbak ya.”

Mbak Kasir : (memandang saya dari atas ke bawah, mungkin sembari membatin, ginuk-ginuk banget cewek satu ini) “Oke mbak, nanti saya kabari ya.”

***

Sembari nunggu si mbak kasir yang manis jelita, baik hati, tidak sombong mengontak bosnya, saya dan teman-teman memesan beberapa porsi ceker. Macam-macam varian yang tersaji. Kurang lebih, ada 8 menu yang menggugah selera. Di antaranya, ceker masak balado, ceker mentega, gule ceker, dan ceker asam manis. Yang paling nendang, of course, cencu sajaaa, si ceker lapindho yang sukses bikin lidah terbakaaaaarr!

Ceker Ayam Lapindho

Ceker Ayam Lapindho

Ceker Ayam Lapindho

Ceker Ayam Lapindho

Dasar maniak kuliner, kami saling menjajal satu demi satu menu yang disajikan. Ketika ceker masak mentega masuk ke mulut, duileeee… rasanya lumerrr…! Lembuuut banget. Kuahnya enyaaak, beti-beti alias beda tipis dengan kuah semur daging. SEGER!

Berikutnya, ceker masak balado, agak-agak spicy, tapii masih terkendali lah ya.

Yang paling JUARA? Yesss, seperti yang sudah disinggung, the one and onlyyyy CEKER LAPINDHO …!

Wuaaaah, itu yang namanya ingus melerrrr semua dari hidung! Lidah udah yang kayak mengirimkan kode S.O.S ouch… ouch… Bagaimana dengan kondisi perut? MELEDAK! Doh. Pecaaaah, pecaaaah nih pedesnyaaaa…!!

Sudah pasti keringat bakal NDRODOS alias berleleran alias bercucuran alias opo lagi ya? *huhuhu, aku kesulitan menemukan padanan yang pas. Pokoke, ceker ini mak jooosss!

Ceker Ayam Lapindho

Ceker Ayam Lapindho

Untunglah ada minuman penyelamat kehidupan *halah* yakni es sinom, es teh dan bolo-bolonya, yang semogaaaa… sanggup mengenyahkan rasa pedas yang datang bertubi-tubi. Wuiiiih, ini beneran challenge buat yang penggemar pedas, euy. Cekernya super duper nonjok!

Di tengah-tengah lidah dan perut yang meronta karena kepedesan, tiba-tiba mbak Kasir kasih info ke saya.

Mbak Kasir: “Mbaaaak….. ini Pak Redi udah bisa dihubungi… Kata beliau, mbak dan teman-teman ditunggu di rumahnya.”

Saya: (sambil ber-hoh-hah-hoh-hah) “Oh, rumahnya jauhkah?”

Mbak Kasir: “Nggak kok. Ya Sidoarjo sini aja.”

Saya: (masih ber-hoh-hah-hoh-hah) “Oke. Kami ke sana deh. Eh, ini saya mau bayar… totalnya berapa mbak?”

Mbak Kasir: “Kata Bapak, buat mbak dan teman-teman nggak usah bayar…”

Saya: “HAH?? SERIUS???”

Mbak Kasir: “Iya mbaaaa….”

Saya: *joget-joget kesenengen*

***

Setelah puterin kompleks perumahan sesuai dengan alamat yang diberikan mbak kasir, alhamdulillah wasyukurilah, kami sampai di rumah pak Redi Indrawan Prihanto. Yep, beliau adalah sosok di balik Ceker Ayam Lapindho. Walaupun sedang sakit vertigo, hari itu, beliau menerima kami dengan cerah ceria. Malah, banyak banyolan segar yang terlontar. Iiih, selain baik dan seneng nraktir, si bapak lucu bingits deh!

Bagi sejumlah orang, ceker (kaki ayam) itu sumber pangan yang dianggap njijiki (menjijikkan). Justru, Redi Indrawan Prihanto punya pendapat lain. Menurut mantan praktisi HRD di salah satu hotel berbintang Surabaya ini, ceker bisa menjadi bahan pangan yang lezat sekaligus sumber omzet yang mak nyus.

Ceker Ayam Lapindho

Bisnis kuliner ini ia rintis pada 28 Juni 2008. Redi membuka usaha masakan serba ceker ayam di alun-alun Sidoarjo.

”Saya ingin mengedukasi orang, bahwa banyak manfaat yang kita dapatkan bila rutin mengonsumsi ceker. Tahukah Anda, kalau ceker mengandung kolagen dalam jumlah besar. Artinya, bila orang dewasa rutin mengonsumsi ceker bisa membuat awet muda. Untuk bayi, ceker berfungsi optimal untuk pertumbuhan tulang. Bagi yang sepuh (lansia), ceker bisa mencegah osteoporosis. Kalau kita tahu semua manfaat ceker, nggak ada alasan lagi buat kita untuk tidak makan ceker kan?” ucap Redi.

Seiring berjalannya waktu, Redi memutuskan untuk membuka lapak di jajaran PKL samping Masjid Agung Sidoarjo.

”Kalau mampir ke warung kami HARUS mencoba ceker lapindho. Belum afdhol kalau tidak mencoba ceker yang ini! Dijamin, air mata, keringat semua keluar setelah makan ceker lapindho yang super pedas ini. Beberapa pelanggan kami bilang, kalau badan meriang, segera konsumsi ceker lapindho. Insya Allah bisa langsung sembuh,” lanjutnya.

Tekstur ceker yang lembut, berpadu dengan bumbu yang meresap. Ceker yang gurih, meluncur nikmat dipadu nasi punel hangat. Rupanya, rahasia kelezatan ceker adalah durasi masak yang cukup lama, yakni 3 jam. Saking uniknya, warung ini diapresiasi sebuah brand kecap nasional sebagai ikon kuliner andalan Sidoarjo, klasifikasi makanan unik. Tak heran, pelanggan terus datang berbondong-bondong ke warung ini. Redi juga rutin diundang dalam ajang Festival Kuliner yang dihelat pabrik kecap kondang itu.

Ceker Ayam Lapindho

pengunjung yang berjejalan di ceker lapindho

“Kualitas masakan kami kontrol dengan amat ketat. Ceker dipasok dari rekanan yang memang sudah terpercaya. Untuk bumbunya, kami memakai bahan-bahan yang alami dan fresh. Alhamdulillah, dalam sehari, omzet kami bisa mencapai 250 kg ceker. Sementara pas weekend, omzet bisa menembus 350 kg ceker,” tutur Redi.

Rupanya, salah satu kunci sukses Redi adalah keistiqomahan ia dalam bersedekah. ”Kalau ada orang dhuafa yang datang ke warung kami dan mengeluh tak punya uang, maka saya akan bilang ke pegawai, ’Persilahkan ia makan. Sudah, nggak perlu bayar’. Kita tidak akan jatuh miskin karena suka bersedekah. Saya justru sering cari pengemis atau orang yang nggak mampu untuk ikut makan di warung. Di sinilah letak keberkahan rezeki kita. Karena tiap usaha yang kita lakukan insyaAllah akan bernilai sebagai ibadah,” ungkap pria murah senyum ini.

Luar biasa ya Pak Redi ini. Semangat berbisnis kuliner dipadu dengan sedekah. JOSS MANTAAAB! Hayuklah kita mampir ke lokasi kuliner di samping Masjid Agung Sidoarjo yang AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit) ini. Hihihi….(*)

Ceker Ayam Lapindho, Destinasi Kuliner “Amigos” yang Bikin Keringat Ndrodos
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,892 times, 1 visits today)


About

Emak yang passionate pada parenting issues, kuliner (halah, bilang aja doyan makan) dan traveling. Juga tidur :-P


'Ceker Ayam Lapindho, Destinasi Kuliner “Amigos” yang Bikin Keringat Ndrodos' have 26 comments

  1. October 20, 2015 @ 2:01 pm Rahmah

    Dan saya pun makin ngiler lihat ini…

    Reply

  2. October 20, 2015 @ 2:12 pm Ratna Dewi

    Aku suka banget ceker ayam, mau itu di sop, soto, sayur pedes, ceker setan, sampe keripik cakar suka deh. Kalo ke sidoarjo mampir ah kesini…

    Reply

  3. October 20, 2015 @ 2:27 pm Oline

    Kapan2 kalo ke surabaya aku mau cobain ah..
    Tapi entah kapan ke surabayanya hahaa..

    Reply

    • October 20, 2015 @ 3:11 pm @nurulrahma

      Moga2 ada kontes blog berhadiah ke Surabaya, dimana mak Oline adalah juaranya, amiiiin!
      🙂

      Reply

  4. October 20, 2015 @ 2:56 pm Uniek Kaswarganti

    Pak Redi luar biasa ya semangat usaha dan bersedekahnya Mba… semoga makin sukses nih ceker ayam lapindho 🙂

    Reply

    • October 20, 2015 @ 3:12 pm @nurulrahma

      Yes, maaak. Dakupun takjub dengan keistiqomahan beliau 🙂 *Jempooool!

      Reply

  5. October 20, 2015 @ 5:12 pm Rifqy Faiza Rahman

    byuuuh belum pernah nyoba nih… Penasaran nderodosnya seberapaa

    Reply

    • October 21, 2015 @ 9:26 am @nurulrahma

      Hayuklaaaah ngebolang ke SDA 🙂 Dari Malang dekeeet bingits

      Reply

  6. October 21, 2015 @ 7:07 am Dwi Puspita

    endesss banget iki mbakkk….

    Reply

    • October 21, 2015 @ 9:27 am @nurulrahma

      Kalo bumil pesen yg ceker mentega aja.
      Ojo pedes2 🙂

      Reply

  7. October 22, 2015 @ 9:04 am Zhuria RS

    Ya Allah, 350kg ceker pas weekend????
    Habisin sekilo aja dah megap-megap.. hebat!!

    Reply

  8. October 22, 2015 @ 9:20 pm indra

    saya org sidoarjo .ceker laphindo emang maknyus. bnyak cabang jg ada di kahuripan nirwana foodcourt

    Reply

  9. October 23, 2015 @ 8:14 am Nining

    ada menu lain ya tryta selain yg pedes2 itu…tp sayang pak bojo gk doyan ceker huhuhuhu pdhl enak kan yaaaaaa

    Reply

    • October 23, 2015 @ 12:17 pm Ila Rizky

      wah, bisa jadi pilihan kuliner kalo ke sidoarjo 😀

      Reply

  10. October 23, 2015 @ 11:05 pm Niar Ningrum

    Deket rumah dan sering beli bungkus lebih banyak dapet nya… Makanan merakyat yg wenak yoo mbk

    Reply

  11. October 24, 2015 @ 8:30 am Nia Haryanto

    Waduuuuh… cekernya bikin ngileeer. Yummmmi kayaknya 🙂

    Reply

  12. October 26, 2015 @ 8:39 am Bibi Titi Teliti

    mbaaaaak…
    Pokoknya nanti kalo aku ke Surabaya harus diajakin makan ceker disini lho yah mbaaak hehehe..

    Aku mau pesen ceker laphindo yang katanya bisa bikin keringetan ituuuh hehehe…
    Syukur2 kalo bisa ketemu sama pak Redi-nya juga biar gratisan bhahahaha…*plak*

    Reply

  13. November 15, 2016 @ 9:52 am Bettie

    It’s much easier to unesdrtand when you put it that way!

    Reply

  14. December 25, 2016 @ 9:33 am http://www./

    IJWTS wow! Why can’t I think of things like that?

    Reply

  15. January 18, 2017 @ 1:41 pm http://www./

    Me dull. You smart. That’s just what I needed.

    Reply

  16. February 14, 2017 @ 1:35 am haftpflichtversicherung für autos

    För att komma till butiken, och fÃ¥ hjälp, är gratis för det ekipaget även fast Fredrik fÃ¥r betalt.När “samma”/”lika” ekipage söker hundhjälp, sÃ¥ kostar det kanske mer än vad de har rÃ¥d med eller sÃ¥ vet de inte hur de ska finna en hundinstruktör pÃ¥ “orten” …

    Reply

  17. April 18, 2017 @ 10:38 pm cover credit card

    satellite direct complaints…Great weblog right here! Additionally your website loads up very fast! What web host are you the usage of? Can I am getting your associate link to your host? I wish my website loaded up as fast as yours lol…

    Reply

  18. May 8, 2017 @ 10:33 pm fifa 12 coin generator xbox 360 download

    CW,Thanks. I figured it hit a political raw nerve. I bet it will get really nasty, too. Please let us know if there is a need for a contribution to defense fund or such. We have to support these people that put their lives on the line. I’ve contributed to a number of them recently.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool