Masjid Sunan Giri

Berziarah ke Makam Sunan Giri di Gresik

Adakah yang pernah dengar tentang Wali Songo? Yup betul, mereka adalah sembilan wali yang berjasa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa pada jaman dahulu. Dan dua diantara sembilan wali itu, makamnya ada di Gresik. Yang pertama adalah makam dari Sunan Maulana Malik Ibrahim dan yang kedua adalah makam dari Sunan Giri.

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Ia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Dulu, saat saya masih kecil, jalan masuk untuk ke area pemakaman, melewati tangga sebelah Utara. Tapi sekarang, pintu masuknya melewati tangga yang menuju Candi Bentar, yang menjadi pintu masuk menuju area pemakaman. Karena saya ingin ke Masjid Sunan Giri terlebih dahulu, saya putuskan untuk melewati tangga masuk di sebelah Utara itu.

Setelah dari Masjid Sunan Giri, saya bergegas menuju makam Sunan Giri. Setelah melewati lorong yang menghubungkan makam dan masjid, yang mana lorong itu dipenuhi oleh penjual oleh-oleh, akhirnya sampailah saya di depan tangga kecil dengan pintu masuk berupa dua gapura berjarak sekitar satu meter. Dari luar, tampak sepi sekali. Tapi setelah saya masuk, MasyaAllah, banyak sekali peziarah untuk membaca Yasiin dan tahlil untuk Sunan Giri.

Ruang makam Sunan Giri yang di dalamnya nggak boleh difoto

Ruang makam Sunan Giri yang di dalamnya nggak boleh difoto

Makam Sunan Giri sendiri sebenarnya ada di dalam sebuah ruangan khusus yang tertutup oleh tembok kayu lengkap dengan atap dan sebuah pintu kecil. Kemudian, di sekitar makam Sunan Giri, terdapat pula makam-makam dari keluarga besar beliau. Pintu dari ruangan khusus untuk makam Sunan Giri, ukurannya hanya selebar laki-laki dewasa dan tingginya sekitar satu meter saja. Jadi, kalau ingin melihat secara langsung makam Sunan Giri, kita harus menunduk untuk bisa masuk ke sana. Keluar dari ruangan itu pun, peziarah diharapkan untuk berjalan mundur dan menunduk. Sepertinya itu sudah menjadi aturan tidak tertulis di sana.

Karena tidak diperbolehkan untuk mengambil foto di dalam ruangan makan Sunan Giri, saya tidak bisa menunjukkan bagaimana bagian dalam ruangan tersebut.

Setelah saya membaca Yasiin dan tahlil, saya bergegas untuk pulang. Kalau berangkatnya saya melewati tangga di sebelah Utara, sekarang pulangnya saya menuju pintu masuk yang sudah diperbaiki oleh pemerintah Gresik, yaitu tangga yang melewati Candi Bentar.

Candi Bentar

Sayangnya candi Bentarnya dah mulai rusak 🙁

Menuju Candi Bentar, kanan kiri saya terdapat banyak makam dan pohon-pohon besar, beberapa diantaranya pohon beringin. Setelah melewati Candi Bentar, akan ada tangga yang terbagi menjadi dua jalur yang dipisahkan oleh besi yang berfungsi sebagai pegangan untuk orang-orang yang tidak kuat naik ke atas.

Pemisahan itu fungsinya untuk memisahkan arah masuk dan arah keluar. Besi pegangan itu berlanjut terus sampai menuju pintu keluar dan melewati sentra oleh-oleh. Hal ini bertujuan pula untuk melariskan dagangan para penjual oleh-oleh dan untuk menertibkan peziarah saat keluar dari lokasi makam.

Beberapa makam keluarga Sunan Giri

Beberapa makam keluarga Sunan Giri

Karena desa Giri ini terletak di Gresik kota, jadi mudah untuk bisa sampai ke sana jika ingin berziarah ke makam Sunan Giri. Akses dengan menggunakan angkutan kota juga mudah. Dari arah Surabaya, tinggal naik angkot berwarna hijau muda dari arah Surabaya menuju Gresik. Kemudian turun di perempatan Kebomas.

Dari perempatan Kebomas, tinggal naik angkot warna hijau tua yang menuju ke makam Sunan Giri. Kalau dari arah Jawa Tengah dan Lamongan, tinggal naik angkot warna hijau muda yang mangkal di sekitar perempatan Bunder, yang mana angkot itu menuju ke arah Surabaya. Setelah itu turun di perempatan Kebomas dan tinggal naik angkot warna hijau tua menuju makam.

Sekian dulu ya liputan travelling ala saya. Jika mampir ke Gresik, tidak salah jika memasukkan makam Sunan Giri sebagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi.

Berziarah ke Makam Sunan Giri di Gresik
5 (100%) 1 vote
(Visited 666 times, 1 visits today)


About

Pemilik personal blog http://mamaarkananta.com | Guru Bimbingan Konseling di Gresik | Paper crafter di IG @kreasi_dluwang | Personal IG dan Twitter : @ria_rochma


'Berziarah ke Makam Sunan Giri di Gresik' have 9 comments

  1. October 8, 2015 @ 3:19 pm Dwi Puspita Nurmalinda

    aku pernah ke sini juga mbak…sekali doang..ama suami dan mertua 🙂

    Reply

    • October 14, 2015 @ 6:18 am Ria Rochma

      Kapan-kapan ke sini lagi, mbak. Dah beda sama dulu lho..

      Reply

  2. October 8, 2015 @ 7:32 pm Rahmah

    Masih blum berani ke makam bawa bayi…
    Next trip, insya Allah…

    Reply

    • October 14, 2015 @ 6:19 am Ria Rochma

      Iya sih, kabar-kabarnya bikin was-was juga kalau bawa bayi ke makam 🙂

      Reply

  3. October 9, 2015 @ 12:21 am Niar Ningrum

    Kesono jaman smp waktu wali limo hahaha.. Skrg ngak pernah lagi, yg minta2 banyak bener, sekali ngasih eeh lainnya antri bok

    Reply

    • October 14, 2015 @ 6:20 am Ria Rochma

      Sekarang dah lebih rapi, Niar. Udah mulai penertiban. Tapi ya, yang nakal dan masih nongkrong di sana, masih banyak jg sih

      Reply

  4. October 9, 2015 @ 8:28 am aya

    Aku kalo pulang ke ndeso pasti lewat siniii eaaa gak ada yang nanya wkwwkkw

    Reply

    • October 14, 2015 @ 6:22 am Ria Rochma

      Mampir sekalian dong, jd ga cm lewat 😀

      Reply

  5. May 8, 2016 @ 8:19 pm Mbak Avy

    saya beberapa tahun yg lalu pernah kesini….wes lupa sih
    tapi yang tak inget….pengemisnya banyak ya mbak…jejer2

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool