5 Kuliner Khas Surabaya Berbahan Dasar Petis

5 Kuliner Khas Surabaya Berbahan Dasar Petis

Kalau kamu ke Surabaya dengan tekad bulat untuk hunting kuliner khasnya, pasti ada satu benang merah, yaitu menggunakan petis dalam setiap masakannya. Petis itu sendiri banyak diproduksi di kota tetangga, yaitu Sidoarjo. Kota dengan simbol Bandeng dan Udangnya ini memang berlimpah ruah untuk hasil lautnya, karena memang Sidoarjo merupakan kota Delta, coba saja berkunjung ke Desa Kalanganyar yang merupakan desa nelayan atau bisa juga mampir ke tempat pelelangan ikan. Olahan dari hasil laut yang sering kita temui adalah ikan asin, krupuk ikan, terasi, ikan asap dan juga petis. Petis bisa dikatakan sebagai bumbu masakan yang istimewa karena berdasarkan tekstur, aroma dan rasa punya ciri khas tersendiri.

Petis itu sendiri merupakan hasil dari ekstrak udang / ikan / kupang yang hasilnya menjadi padat, selanjutnya petis ditambah dengan gula merah (Wikipedia, diakses pada tanggal 8 November 2015). Rasa dari petis itu sendiri ya gurih dan sedikit manis, untuk aroma pastinya aroma khas hasil laut, biasanya kalau sudah dicampur dengan masakan, malah petis itu yang menggugah selera, sedep gimana gitu. Petis yang terkenal di Sidoarjo adalah petis udang. Bisa juga petis dimakan secara langsung, biasanya disajikan bersama tahu pong. Atau kalau mau bikin tahu tek di rumah, coba aja campur dua petis yaitu petis udang dan petis ikan, rasanya makin yahud. Rahasia ini dipersembahkan oleh Mas – mas yang jualan tahu tek keliling di depan rumah.

Ada lima kuliner khas Surabaya yang bahan dasarnya petis, kalau nggak pakai petis rasanya hambar. Berikut ulasannya :

1. Rujak cingur

Kuliner yang ngehits ini, wajib hukumnya pakai petis. Secara pribadi, lebih suka bumbu petisnya yang agak kental gitu, lebih mantap. Isi dari rujak tuh ada berbagai sayuran, tapi yang paling banyak dijumpai adalah kangkung dan kecambah, kemudian ada irisan tahu dan tempe, cingur sapi, dan lontong. Ada juga rujak manis, kalau rujak yang satu ini nggak pakai bumbu petis, hanya pakai bumbu kacang ditambah gula merah, isiannya juga beraneka buah.

Rujak cingur

kamu akan sering menjumpai penjual rujak pakai cobek segede gaban ini, lebih mantep nguleknya.

2. Lontong Balap

Kalau bahas tentang lontong balap, jadi ingat dengan guyonan sama teman – teman :
A : Apa bahasa inggrisnya lontong balap?
Aku : apaan?
A : Gampang lah, bahasa inggrisnya tuh lontong race!
Aku : …. *keselek lontong*
Yakali maksa banget.

Sangat mudah untuk menemukan lontong balap, kuliner yang merakyat. Segar, gurih, bikin kenyang, harga murah itu lah lontong balap. Cara penyajiannya : ambil petis secukupnya dicampur dengan cabe rawit sesuai dengan pesanan, kemudian ditambah potongan lontong, kecambah dan diguyur dengan kuah yang gurih, terakhir taburkan lentho dan disajikan dengan sate kerang.

Lontong Balap

petis yang gurih akan menambah rasa pada kuah lontong balap itu sendiri.

3. Lontong Kupang

Hanya orang – orang terpilih yang mampu mencintai kuliner yang satu ini. Eh, bukan gimana – gimana ya, karena dari pengalaman pribadi, hanya ada dua gasris keras yang menyantap lontong kupang. Pecinta lontong kupang garis keras versus Nggak suka sama sekali lontong kupang. Beneran deh, kalau suka sama lontong kupang, pasti suka banget, kalau makan tuh lahap banget. Sedangkan kalau nggak suka sama lontong kupang, pasti beneran ogah untuk mencicipi meskipun hanya seuprit. Ada sedikit tips jika kamu pertama kali makan lontong kupang, coba deh minumnya tuh es degan biar bisa mentralisir rasa yang mungkin amisnya kurang nyaman. Tapi, kalau sudah sekalli mencicipi kemudia suka, pasti bakalan kangen banget sama lontong kupang.

Lontong Kupang

petis dan lontong kupang merupakan dua sejoli, semakin mengikat rasa kuliner yang satu ini.

4. Lontong Mi

Kalau lontong balap makanan yang merakyat, nah lontong mi lebih merakyat lagi karena isinya yang sederhana dan sering ditemui di sekolah – sekolah, harganyapun sesuai dengan kantong siswa. Eits, tapi kalau kamu pergi ke lontong mi di belakangnya salah satu Mall yang letak di jalan Gajah mada, Sidoarjo. Jangan harap ketemu dengan pembeli yang masih siswa, malah yang beli itu orang dewasa, biasanya yang tinggal di sekitaran Mall atau pekerja. Kalau mau makan di tempat, siap – siap harus menambahkan rasa sabar, karena antri pakai banget. Mending dibungkus aja, karena kurang nikmat kalau makan di tempat karena yang antri banyak, kalau makan jadi tergesa – gesa.

Isi lontong mi lebih sederhana dari lontong balap, yaitu : mi kuning, kecambah, sawi hijau, lontong dengan kuah yang sama dengan lontong balap, biasanya juga ada taburan ote – ote yang udah dipotong kecil – kecil, kemudian tambah bawang goreng. Cara penyajian juga hampir sama dengan lontong balap.

Lontong Mi

Murah meriah, sesuai kantong siswa, dapat banyak.

5. Tahu tek

Tahu tek merupakan penyelamatan perut keroncongan saat malam hari, hehe. Ya gimana dong, yang jualan tahu tek sukanya keliling di perumahan. Nah, di tahu tek inilah penampakan petisnya lebih banyak dan lebih pekat dari yang di atas itu, hampir menutupi bahan yang lainnya yaitu lontong, irisan tahu, irisan timun dengan taburan krupuk bawang. Agar bumbu petis semakin sedap, tuleg petis dengan bawang putih, widih aromanya semakin bikin lapar.

Tahu tek

Tahu tek ini menggunakan dua jenis petis loh.

Kalau kamu sudah mencicipi yang mana?

5 Kuliner Khas Surabaya Berbahan Dasar Petis
4.67 (93.33%) 3 votes
(Visited 680 times, 1 visits today)


About

Personal blogger yang suka nulis, termasuk nulis tentang kamu.


'5 Kuliner Khas Surabaya Berbahan Dasar Petis' have 12 comments

  1. November 9, 2015 @ 2:03 pm Rahmah

    Hujan-hujan gini jadi makin laper baca kuliner petis *huaaaahhh

    Reply

  2. November 10, 2015 @ 6:29 am Anggarani Ahliah Citra

    Sering dapat dari tetangga, pakai lontong kaya gado-gado gitu.

    Reply

    • November 12, 2015 @ 7:51 pm Sari Widiarti

      iyaaa… pernah juga kayak gitu, dibuat tahu tek aja 😀

      Reply

  3. November 10, 2015 @ 9:25 am Lianny Hendrawati

    Nah tahu tek itu kesukaanku. Waktu ke Surabaya kemarin, pingin makan tahu tek cuma nggak berani karena tenggorokan sakit. Tahu tek itu enak yang pedes dan kerupuknya banyak 🙂

    Reply

  4. November 10, 2015 @ 10:03 am Ika Puspitasari

    Aku udah pernah nyicipin semuaaaa…..dan semuanya ngangenin….
    iiih…jadi pengen balik ke Surabaya lagi, deh…

    Reply

  5. November 11, 2015 @ 9:29 am doni eko

    wahhhh,,,jadi pgn ke surabaya…seumur hidup blm pernah ke surabaya.hehehehe,,cuma nupang lewat aja..

    Reply

  6. November 11, 2015 @ 1:47 pm Nining

    Kecuali si lontong kupang, smuanya aku sukaaaaaak 🙂 *sopooooygtanyajugaaak

    Reply

  7. November 11, 2015 @ 3:27 pm Niar Ningrum

    Enak enak kabeh makannnya dan paling doyan tahu tek dong endess

    Reply

  8. November 11, 2015 @ 4:26 pm Wida Zee

    Hmm yummy makanannya menggiurkan lidah juga nih makanan khas indonesia yang kayak rempah-rempah 🙂

    Reply

  9. November 24, 2015 @ 1:50 pm Reza (www.psikologsinting.com)

    Wah…. ngeliat foto2nya aja udah bikin ngiler…
    gue di Surabaya beberapa waktu lalu, sayangnya gue nggak sempet makan lontong balap yang warungnya udah ada di depan mata…
    nyesel gue….

    Reply

  10. November 28, 2015 @ 3:13 pm sgw waluyo

    Yang ditaburkan di atas lontong mie bukan ote-ote, mbak…tapi lentho. Terbuat dari kedelai, tepung dan rempah. Jadi ingat menu sarapan SD duluuuu.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloSurabaya.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool